Eks Putri Solo Tersangkut Irjen Djoko

Eks Putri Solo Tersangkut Irjen Djoko

1056
Dipta Anindita terpilih menjadi Puteri Solo 2008 dalam final pemilihan Putera Puteri Solo 2008 di Pura Mangkunegaran, Solo. Joglosemar/Indro Febiyanto

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 10 saksi dalam kasus tindak pidana pencucian uang proyek simulator Surat Izin Mengemudi (SIM), Jumat (1/2) yang melibatkan Irjen Djoko Susilo. Ada yang berasal dari kalangan pengusaha, polisi hingga seorang perempuan bernama Dipta Anindita.

Dipta kini dicegah ke luar negeri oleh KPK. “Ada pencegahan atas nama Dipta Anindita terkait kasus Simulator SIM, bersama lima orang saksi lainnya. Dipta ini profesinya sebagai ibu rumah tangga. Ia sebagai saksi kasus DS (Djoko Susilo),” jelas juru bicara KPK Johan Budi, Jumat (1/2).

Munculnya nama Dipta Anindita dalam pemeriksaan perkara Irjen Djoko Susilo terkait kasus korupsi Korlantas inilah yang mengundang perhatian publik, khususnya masyarakat Kota Solo. Pasalnya, yang bersangkutan ternyata adalah Puteri Solo tahun 2008.

Dipta dalam pemeriksaan KPK disebut sebagai ibu rumah tangga. Ia kini berstatus dicegah ke luar negeri. Sebelumnya nama ini juga pernah menjalani pemeriksaan di KPK. Siapa sebenarnya Dipta?.

Dari penelusuran Joglosemar, Dipta adalah Putri Solo 2008. Dipta diduga memiliki aset rumah di Solo terkait Irjen Djoko.

Soal sosok siapa Dita ini memang simpang siur. Kabar yang beredar dia teman dekat Irjen Djoko. Ada yang menyebut juga dia anak angkat. Tapi ada juga yang menyebut, dia sebenarnya istri ke sekian Irjen Djoko Susilo. Sejumlah orang yang mengenal Dipta membenarkan kabar ini.

Baca Juga :  Kepedulian Sido Muncul untuk Pariwisata, Jadikan Rawa Pening Destinasi Wisata Dunia

Hanya saja kabar tersebut belum bisa dikonfirmasi kebenarannya kepada pihak Djoko Susilo maupun Dipta. Pengacara Djoko, Hotma Sitompoel tidak bersedia menjelaskannya. Begitu pula Juru Bicara KPK, Johan Budi SP juga tak mau menyinggung hubungan Dipta dengan Djoko Susilo.

Dalam surat KPK, Dipta hanya disebut sebagai ibu rumah tangga. Dipta kepada wartawan mengaku hanya menjalani pemeriksaan.

Berdasarkan penuturan rekan Dipta sesama finalis Putra Putri Solo 2008 maupun teman satu kuliah, Dipta dikabarkan tidak melanjutkan studinya di Fakultas Hukum UNS.

“Dia terpilih Putri Solo tahun 2008, namun hanya dalam kurun satu bulan menyandang gelar, ia diberhentikan dari Putri Solo dan gelarnya dicopot karena dinilai melanggar ketentuan aturan Putra Putri Solo (PPS),” ungkap sumber Joglosemar di lingkaran PPS Solo yang enggan disebut namanya.

Setelah gelar Putri Solo dicabut, ia kemudian melakukan pernikahan di Jakarta secara tertutup dengan seorang petinggi lembaga negara. Hanya keluarga dan segelintir teman dekatnya yang diundang untuk datang menyaksikan resepsi. Setelah itu dikabarkan Dipta bermukim di Singapura hingga sekarang dan melahirkan anaknya yang saat ini berumur sekitar 3 tahun.

Cerita sedikit berbeda meluncur dari mulut rekan seangkatan Pradipta –nama asli Dipta- di FH UNS yang cukup dekat dengannya semasa kuliah. Setelah melangsungkan pernikahan di Jakarta, ia melanjutkan kuliah di Universitas Leiden di Negeri Belanda.

Baca Juga :  Kepedulian Sido Muncul untuk Pariwisata, Jadikan Rawa Pening Destinasi Wisata Dunia

Sebelum berangkat ke Belanda, Pradipta sempat tinggal di rumahnya bersama adik satu-satunya tengah menimba ilmu di UGM. Rumah tersebut berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Laweyan Solo, rumah yang cukup besar dengan tembok terbuat dari kayu yang menjulang tinggi.

Seperti yang diketahui, Irjen Djoko Susilo adalah mantan Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri yang diduga korupsi pengadaan Simulator SIM. Ia juga dijerat dengan kasus pencucian uang oleh KPK.

KPK menetapkan Djoko sebagai tersangka karena diduga menyalahgunakan kewenangan dalam proyek berbiaya Rp 196 miliar itu. Diduga negara dirugikan hingga Rp 100 miliar.

Belakangan terungkap bahwa Djoko diduga menyamarkan uang hasil korupsinya untuk membeli sejumlah properti. Karena itulah KPK juga menetapkan Djoko sebagai tersangka pencucian uang. Sejumlah asetnya seperti rumah-rumah mewah di berbagai kota akan disita.

Kasus ini juga menyeret Wakil Kepala Korps Lalu Lintas Brigadir Jenderal Didik Purnomo serta dua pengusaha, yakni Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo S. Bambang dan Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Budi Susanto, sebagai tersangka. (Detik | Adilla | Anas S)

BAGIKAN