Embung Gading Jebol, Puluhan Petani Terancam

Embung Gading Jebol, Puluhan Petani Terancam

382

Ada sekitar 50 hektare lahan di Gading dan sekitarnya yang selama ini bergantung dari air tampungan embung ketika musim kemarau.

Hujan deras yang mengguyur dua hari terakhir membuat Embung Gading yang berlokasi di Dukuh Gading, Desa Gading, Kecamatan Tanon jebol, Selasa (26/2). Wardoyo
Hujan deras yang mengguyur dua hari terakhir membuat Embung Gading yang berlokasi di Dukuh Gading, Desa Gading, Kecamatan Tanon jebol, Selasa (26/2). Wardoyo

SRAGEN—Hujan deras yang mengguyur dua hari terakhir membuat Embung Gading yang berlokasi di Dukuh Gading, Desa Gading, Kecamatan Tanon jebol, Selasa (26/2). Akibatnya, puluhan petani di wilayah Gading dan Mondokan terancam tidak bisa menggarap lahan mereka pada musim tanam III mendatang.

Pantauan Joglosemar, embung seluas 0,3 hektare yang dibangun tahun 2008 itu ambrol di bagian dinding dekat pintu air sepanjang 10 meter. Bagian dinding penopang embung berkapasitas 11.400 meter kubik tersebut jebol total dari dasar hingga atas dan hanyut diterjang derasnya luapan air.

Sutardi (47), petani asal Dukuh Gading RT 4 yang lahannya tepat di bawah embung menuturkan, embung jebol sekitar pukul 18.30 WIB seusai hujan deras. Penyebabnya diduga karena konstruksinya tak kuat menahan tekanan besar dari air tampungan yang meluap. Akibat insiden itu, embung kini tak bisa berfungsi karena air hujan yang biasanya tertampung langsung mengalir ke sungai. Kini embung itu hanya terisi di bagian dasarnya saja.

Baca Juga :  Simak, Ini Daftar 6 Kadinas Baru Sragen dan Dirut PDAM Yang Dilantik

Ia dan petani lain berharap pihak terkait segera turun tangan memperbaiki kerusakan, mengingat keberadaan embung sangat vital bagi warga dan petani sekitar. Menurutnya, ada sekitar 50 hektare lahan di Gading dan sekitarnya yang selama ini bergantung dari air tampungan embung pada musim kemarau.

Sutarman (38), petani lain, menambahkan keberadaan embung itu tidak hanya bermanfaat untuk petani di Desa Gading saja, namun juga dimanfaatkan oleh petani di sebagian Kecamatan Mondokan, utamanya Dukuh Glugu dan Pojok yang sejalur dengan aliran Sungai Gading. “Kalau tidak jebol, biasanya musim hujan ini sudah penuh. Nah, susahnya nanti kalau musim kemarau, petani sudah tidak punya harapan untuk bisa menanam palawija atau padi lagi,” terangnya.

Baca Juga :  Operasi Besar-besaran di LP Sragen, Empat Napi Positif Narkoba, Dua Kamar dan WC Ditemukan HP

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Zubaidi melalui Kabid Pengairan Pertambangan dan Energi, Ashari mengaku sudah mendapat laporan dan menerjunkan tim untuk menyurvei kerusakan, serta kebutuhan anggarannya. Meski tak terlalu besar, keberadaan embung itu memang urgen karena selama ini menjadi penopang kebutuhan air irigasi bagi lahan di Gading dan sekitarnya, terutama pada musim tanam kedua dan ketiga.

“Ini baru dilakukan perhitungan kebutuhan anggaran seandainya dilakukan perbaikan. Harapan kami, karena rusaknya karena bencana dan eksistensinya juga vital bagi pertanian sekitar, mudah-mudahan bisa direspons mendapat alokasi dana tanggap darurat,” tegasnya. Wardoyo

BAGIKAN