Empat Exco Datang, Sekjen Ditendang

Empat Exco Datang, Sekjen Ditendang

211

La-Nyalla-dan-Djohar-Arifin-DamaiJAKARTA – La Nyalla Mattalitti beserta tiga anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang dipecat menepati ucapannya untuk kembali berkantor di PSSI. La Nyalla bahkan datang dengan berjalan kaki dari Kantor KPSI, Jumat (22/2) pagi.

Sekitar pukul 10.35 WIB, La Nyalla tiba di kantor PSSI. Menggunakan kemeja batik, La Nyalla datang dengan berjalan kaki sambil ditemani Erwin Dwi Budiawan dan Syahril Taher (Presiden PT LI).

Dia datang dari arah kantor KPSI yang terletak di Pintu I Stadion Utama Gelora Bung Karno. Meski datang dari arah kantor KPSI, La Nyalla sebelumnya sempat memarkir mobilnya di depan markas PSSI.

Kedatangan La Nyalla disambut oleh seorang staff PSSI. Sementara para pejabat teras PSSI tidak seorang pun terlihat berada di sana, bahkan mobilnya juga tak terlihat parkir di pelataran PSSI. Sementara Ketua Umum Djohar Arifin Husin sudah berada di dalam kantornya.
Sekitar 10 menit setelah kedatangan La Nyalla, Tony Aprilani menyusul sampai di kantor PSSI. Sedangkan Roberto Rouw tiba pukul 11.05 WIB. La Nyalla Mattalitti, Tony Aprilani, Roberto Rouw, dan Erwin Dwi Budiawan dipecat sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI lantaran dinilai melanggar etika organisasi. Namun berdasarkan MoU pada 7 Juni di Kuala Lumpur, keempatnya diperbolehkan untuk kembali.

“Kami berempat datang ke sini sesuai kesepakatan kami untuk menjalankan kongres pada 17 Maret. Yang pasti kami mendukung upaya penyatuan ini sesuai MoU dan kesepakatan dengan pemerintah,” ujar La Nyalla kepada wartawan usai pertemuan.

Selain membicarakan banyak hal dalam pertemuan tersebut, La Nyalla menyampaikan satu permintaan kepada Ketum PSSI Djohar Arifin, yaitu mereka meminta jabatan Sekjen PSSI saat ini segera diganti. “Hanya satu permintaan kami, Sekjen PSSI Halim Mahfudz untuk digantikan. Karena dia telah melebihi wewenang Ketum PSSI. Kami siap membantu Pak Djohar demi memajukan sepakbola Indonesia. Saya serahkan Pak Djohar untuk memilih Sekjen yang baru,” katanya.

Terkait permintaan tersebut, Djohar mengaku akan mempertimbangkannya dan bakal membicarakan dalam rapat Exco yang bakal digelar secepatnya. Terpenting baginya adalah menjalankan kongres 17 Maret terlebih dahulu. “Saya akan membawa ke rapat Exco. Usulan agenda ini ikut aturan secepat mungkin. Tapi agenda penting kami adalah kongres 17 Maret besok,” timpal Djohar.

Halim Mahfudz mulai menduduki jabatan Sekjen sejak pertengahan September 2012 lalu. Dia menggantikan pejabat sebelumnya Tri Goestoro. Sementara itu, menanggapi permintaan pemberhentiannya, Halim mengaku tak masalah asalkan sesuai prosedur.

“Saya siap jika memang saya harus diberhentikan dari posisi Sekjen. Tapi harus lewat prosedur yang benar,” ujar Halim di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Di sisi lain, Kembalinya La Nyalla dkk mendapat apresiasi dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo. “Ya, tidak apa-apa. Bukankah itu termasuk satu dari empat syarat FIFA (kembalinya 4 Exco),” sahut Roy Suryo. Detik

BAGIKAN