Fitur Lengkap, Harga Murah : Ponsel Asal China Masih Primadona

Fitur Lengkap, Harga Murah : Ponsel Asal China Masih Primadona

703
IMLEK TAK BERPENGARUH–Seorang karyawan toko handphone melayani calon pembeli di Elite Phone, Singosaren Plasa, Solo, Selasa (5/2). Momentum imlek tidak berpengaruh terhadap grafik penjualan handphone produksi China. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

Berbagai merek Ponsel dari China saat ini membanjiri pasar Ponsel tanah air dan mampu bersaing dengan Ponsel merek besar dengan menawarkan fitur dan aplikasi canggih. Tetapi Ponsel merek China tersebut dibanderol dengan harganya cenderung lebih murah.

Menurut Puguh, pemilik toko seluler Elite Cell, yang berlokasi di Plaza Singosaren lantai dasar, para konsumen sekarang ini cenderung melirik Ponsel buatan Negeri Tirai Bambu karena memiliki fitur yang lengkap dan harganya yang relatif murah dibanding Ponsel bermerek.

“Salah satu keunggulan ponsel produk China, antara lain desainnya yang menarik dan teknologi terbaru yang ditawarkan. Barangkali, ini yang membuat Ponsel asal China bisa bersaing dengan merek-merek terkenal. Ponsel buatan China sendiri memiliki banyak merek. Biasanya, masyarakat cenderung menjatuhkan pilihan pada merek-merek yang sudah cukup familiar dibandingkan berbagai merek baru yang terus bermunculan,” tuturnya, Selasa (5/2).

Baca Juga :  Tak Perlu Antre, Kantor Imigrasi Buka Layanan Paspor Keliling di CFD

Puguh mengaku setiap hari setidaknya mampu menjual sedikitnya 10 Ponsel buatan China berbagai merek dengan harga yang bervariasi, bergantung merek dan teknologi yang ditawarkan. “Jumlah itu adalah barang yang dijual ke end user, tidak termasuk barang yang dijual ke retail,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Retno Wulandari, Kepala Toko Raya Cellular, mengakui Ponsel buatan China memang memiliki pangsa tersendiri, yakni kalangan masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.

Pembeli dari kalangan menengah ke bawah, kata dia, cenderung melirik Ponsel yang murah, seperti buatan China dengan kisaran harga Rp 300.000. Namun, kebanyakan pembeli biasanya lebih melihat tampilan Ponsel, model, dan kualitas suara yang dihasilkan dari speaker, sementara dari sisi fitur dan teknologi kurang begitu diperhatikan konsumen.

Baca Juga :  Ada Wedangan Ningrat di Best Western Premier Solo Baru Lho!

“Soal kualitas Ponsel buatan China, saya katakan relatif. Sebab, antara merek satu dengan lainnya tidak terlalu mencolok perbedaan kualitasnya. Biasanya, pembeli sudah tahu dari cerita dari mulut ke mulut dan cenderung menghindari membeli merek-merek yang masih baru dan asing,” katanya.

Berkaitan dengan fitur yang dibenamkan dalam Ponsel buatan China, Retno mencontohkan kebanyakan Ponsel China menawarkan dual simcard atau dua kartu dan bisa dipakai menonton televisi, berbeda dengan Ponsel merek terkenal yang sedikit menawarkan fitur tersebut.

Setiap hari, Retno mengakui setidaknya sanggup menjual sedikitnya 100 unit Ponsel buatan China berbagai merek. “Pembeli biasanya sudah tahu saat ingin membeli, mungkin karena mendengar pengalaman kawannya atau siapa yang juga menggunakan Ponsel China,” pungkasnya.  Adilla Prasetyo Wibowo

BAGIKAN
  • hendi

    100 unit dijual kemana?