JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Gejala Akibat Kekurangan Vitamin A

Gejala Akibat Kekurangan Vitamin A

2387
BAGIKAN
ilustrasi

Kekurangan vitamin pada tubuh akan menyebabkan timbulnya gejala penyakit. Tanda-tanda kekurangan vitamin A pada tubuh sangatlah banyak. Gejala paling sering ditemui pada orang yang kekurangan vitamin A adalah adanya penyakit mata atau kelainan pada mata. Misalnya saja, rabun senja, katarak, dan daya pandang menurun.

Kabid Promosi Kesehatan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, Purwanti, SKM, Mkes menjelaskan kekurangan vitamin A tidak hanya menyebabkan gangguan mata. Selain menyebabkan penurunan fungsi kornea hingga kebutaan, kekurangan vitamin A juga menyebabkah perubahan bentuk tulang, pertumbuhannya terhambat. Kekurangan vitamin A juga mengakibatkan kerusakan pada gigi,  terhentinya pertumbuhan sel-sel pembentuk gigi. “Akibat kekurangan vitamin A ini memang fatal,” jelasnya.

Menurut Purwanti, kekurangan vitamin A juga mengakibatkan masalah pada usus, saluran kemih, otak dan sumsum tulang belakang. Selain itu penyakit yang menyerang kulit seperti kanker kulit, kulit kasar, kulit pecah-pecah dan juga campak juga bisa disebabkan karena kekurangan vitamin A.

Pada usus dan saluran kemih, vitamin A sangat berpengaruh dalam menjaga dinding-dinding usus agar tetap dapat bekerja optimal sebagaimana fungsinya. Anda juga tahu bahwa usus menyerap berbagai macam nutrisi pada makanan dan juga air. Jika dinding usus saja terganggu akibatnya asupan vitamin A ini akan berkurang dan mempengaruhi penyerapan air dan nutrisi pun terganggu. Akibatnya terjadi infeksi saluran kemih karena kurangnya penyerapan air yang optimal setiap harinya. Sehingga penyakit pada usus harus segera diobati agar asupan vitamin A dapat terjaga serta tidak mengundang penyakit lainnya yang berkaitan dengan kekurangan vitamin A.

Kekurangan vitamin A juga akan menurunkan kemampuan sel-sel kelenjar dalam memproduksi  mukus. Hal tersebut menyebabkan kulit menjadi kering dan kasar serta luka sukar sembuh. Membran mukosa yang tidak dapat mengeluarkan cairan mukus dengan sempurna akan mudah terserang bakteri (infeksi). Sehingga mukus ini sangat penting menjaga kelembaban kulit. Pada tingkat yang lebih akut, kulit bisa mengalami pecah-pecah hingga kanker kulit. Sebenarnya kulit sendiri memiliki Kemampuan retinoid dalam memengaruhi perkembangan sel epitel dan meningkatkan aktivitas sistem kekebalan sehingga dapat mencegah kanker kulit ini. Tri Sulistiyani