Geliat Kampung Lewat Ngebut Benjut

Geliat Kampung Lewat Ngebut Benjut

437
Pameran Seni Rupa

Odong-odong, moda transportasi yang biasanya melintas jalanan di kampung terpampang mengganggu mata di Galeri Seni Rupa TBJT, kemarin. Tokoh Punokawan dalam perwayangan menghiasi pameran seni rupa seluruh staf pengajar Jurusan Seni Murni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Solo yang berlangsung (6-13/2). Bertajuk Ngebut Benjut! dengan tema Kampung, ada sekitar 40-an karya yang dipamerkan.

Terlihat jelas beberapa karya seni rupa bergambar tentang kehidupan kampung. Salah satu karya M Sofwan Zarkasi yang berjudul Guyub, menggambarkan enam kotak yang menyerupai sarang burung parkit lantas di atas gambar tersebut tertera tulisan Awas Asu Galak dengan warna pada masing kotak yang berbeda.

Lewat lukisan tersebut, Sofwan ingin mengungkapkan bagaimana sikap penduduk kampung zaman dahulu yang selalu aktif ronda malam, rapat kampung, dan kerja bakti. Ironisnya kini semua kegiatan positif sudah tidak berlaku.

“Karena banyak masyarakat yang menilai kegiatan itu bisa digantikan dengan uang, sehingga Guyub tidak terjadi lagi di perkampungan khsususnya, “ ucap Sofwan.

Deni Rahman, Ketua Panitia, mengatakan jumlah staf yang mengikuti pameran kurang lebih 16 orang. Tema Kampung sengaja diambil untuk mengingatkan kembali tanggung jawab kita yang utama yakni hidup bergaul dengan sesama.

“Semua aspek permasalahan yang ada di kota berwal dari kampung. Jika di suatu kampung nyaman, aman dan tenteram, tak kan pernah ada permasalahan di kota,” ungkapnya.  Raditya Erwiyanto

BAGIKAN