JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Gizi Sempurna Untuk Ibu Hamil

Gizi Sempurna Untuk Ibu Hamil

531
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

Bagi wanita yang sedang hamil, mendapatkan bayi lahir sehat dan sempurna tentu menjadi harapan utama. Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai tujuan itu. Termasuk ketika anda memilih makanan yang dikonsumsi. Tetapi, kebanyakan ibu hamil justru merasakan ketidaknyamanan baik fisik maupun psikis. Sehingga, terkadang ibu hamil tidak bisa makan sesuai gizi yang dibutuhkan. Padahal, gizi dan nutrisi seimbang sangat dibutuhkan ibu hamil dan harus dipenuhi supaya janin yang dikandungnya tetap sehat.

Dosen Program Study Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dwi Sarbini, SST, Mkes menjelaskan, sebenarnya pemilihan jenis makanan yang tepat bisa membantu ibu hamil untuk memecahkan masalah ketidaknyamanan fisik. “Sebenarnya gizi dan nutrisi untuk ibu hamil ini sama dengan pola makan sehat, tetapi ibu hamil harus berhati-hati mengingat ada janin yang juga membutuhkan gizi dan nutrisi itu,” katanya.

Dia menjelaskan, ibu hamil harus mengonsumsi makanan dengan gizi dan nutrisi yang seimbang. Makanan dan gizi yang seimbang itu sendiri adalah makanan yang cukup mengandung karbohidrat dan lemak sebagai sumber tenaga, protein sebagai sumber zat pembangun, serta vitamin dan mineral sebagai zat pengatur. “Unsur-unsur itu harus dikonsumsi secara berimbang,” jelasnya.

Pada ibu hamil, kebutuhan nutrisi akan meningkat, tetapi tidak semua kebutuhan nutrisi meningkat secara proporsional. Pada dasarnya menu makanan untuk ibu hamil tidak jauh berbeda dengan menu sebelum hamil. Hanya saja, selama hamil calon ibu memerlukan zat bergizi yang lebih tinggi dibanding sebelum hamil. “Karena gizi ini tidak hanya untuk ibu hamil tetapi juga untuk janin yang dikandungnya,” terang dia.

Dikatakannya, jika makanan yang dikonsumsi ibu hamil terbatas, maka janin akan menyerap persediaan zat-zat penting dari makanan ibu. Sehingga, jika ibu tidak menambah asupan makanan bergizi, maka ibu hamil akan kurus, lemah, pucat, gigi rusak, rambut rontok, dan lainya. “Nah, jika makanan ibu kurang, maka akan mengganggu tumbuh kembang janin,” jelasnya.

Ibu hamil yang kekurangan gizi dan nutrisi akan menyebabkan berbagai masalah pada janinnya. Masalah yang timbul antara lain abortus, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), bayi lahir premature atau bahkan bayi lahir dalam keadaan sudah tidak bernyawa. “Bila makanan ibu kurang, kemudian diperbaiki setelah bayi lahir, kekurangan yang dialami pada waktu  dalam kandungan sepenuhnya tidak bisa diperbaiki,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kekurangan nutrisi dan gizi ini juga berpengaruh saat persalinan. Pada saat persalinan, kekurangan gizi dan nutrisi menyebabkan proses persalinan lama, pendarahan, infeksi dan kesulitan lain yang mungkin memerlukan pembedahan.         Sebaliknya, kelebihan makanan dan zat-zat tertentu pada ibu hamil bisa menyebabkan berat badan yang berlebihan, bayi lahir besar dan bisa pula sebagai penyebab timbulnya preeklamsia (keracunan kehamilan).

Dia menambahkan, oleh karena itu, sangat diperlukan gizi dan nutrisi berimbang bagi ibu hamil. Selama hamil, kebutuhan nutrisi akan meningkat antara lain kebutuhan akan kalsium, zat besi serta asam folat. Ibu hamil harus selalu mengontrol kenaikan berat badan dan harus diberikan dorongan agar mengonsumsi makanan yang baik dan bergizi. “Kenaikan berat badan ideal ibu selama hamil berkisar antara 12 hingga 15 kilogram,” ujarnya.

Agar tumbuh kembang janin bisa berjalan dengan baik, maka makanan ibu hamil haruslah mengandung gizi seimbang. Gizi yang dibutuhkan ibu hamil antara lain, kalori yang cukup. Selama kehamilan, ibu membutuhkan kalori untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, plasenta, jaringan payudara, cadangan lemak, serta untuk perubahan metabolisme. Kebutuhan kalori di akhir kehamilan haruslah memenuhi 80.000 kalori lebih banyak dari kebutuhan sebelum hamil. Baiknya, 55 persen kalori dari umbi-umbian serta nasi sebagai sumber karbohidrat. Sekitar 35 persen kalori dari lemak, baik nabati maupun hewani dan sisanya 10 persen kalori dari protein sayuran serta buah. “Sumbernya harus didapat dari bahan yang bervariasi, baik karbohidrat lemak dan proteinnya,” jelasnya.

Selain kalori, ibu hamil juga membutuhkan asam folat dalam jumlah yang banyak. Asam folat ini berfungsi untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah. Asam folat terdapat pada sayuran hijau gelap seperti bayam dan brokoli. Ibu hamil membutuhkan asam folat 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. “Jika janin kekurangan asam folat, akibatnya janin bisa lahir dengan kelainan, seperti bibir sumbing dan kelainan lainnya,” ujarnya.

Ibu hamil juga memerlukan protein yang tinggi. Wanita hamil butuh protein 10 hingga 15 gram lebih tinggi dari kebutuhan wanita tidak hamil, yakni sekitar 60 gram. Protein dibutuhkan untuk membuat jaringan baru pada plasenta ataupun janin. Selain protein, kandungan lemak juga tidak kalah penting, lemak merupakan sumber tenaga vital dan untuk pertumbuhan jaringan. “Tubuh wanita hamil juga menyimpan lemak yang akan mendukung persiapannya menyusui,” ujarnya.

Selain zat-zat tersebut, wanita hamil juga memerlukan karbohidrat, kalsium untuk pembentukan gigi dan tulang janin, zat besi, magnesium, dan berbagai vitamin. Vitamin yang dibutuhkan antara lain, vitamin A, vitamin B1,B2, niasin dan asam pantotenant, vitamin C, dan Vitamin D. Tri Sulistiyani