Harga Bawang Putih Ugal-ugalan, Tembus Rp 36.000/Kilogram

Harga Bawang Putih Ugal-ugalan, Tembus Rp 36.000/Kilogram

306
HARGA BAWANG NAIK-Penjual bawang tengah membersihkan barang dagangannya di Pasar Legi, Solo, Senin (25/2). Harga bawang mengalami kenaikan yang cukup tinggi, hingga saat ini mencapai 36.000 per kilogram. Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
HARGA BAWANG NAIK-Penjual bawang tengah membersihkan barang dagangannya di Pasar Legi, Solo, Senin (25/2). Harga bawang mengalami kenaikan yang cukup tinggi, hingga saat ini mencapai 36.000 per kilogram. Joglosemar|Budi Arista Romadhoni

SOLO- Harga bawang putih di pasar tradisional Solo menembus Rp 36.000 per kilogram. Tingginya harga ini membuat permintaan  bawang putih di sejumlah pedagang mengalami penurunan secara drastis.

Salah seorang pedagang di Pasar Legi Solo, Ana Yulianti mengatakan, saat ini harga bawang putih mencapai angka Rp 36.000 per kilogram. Tingginya harga bawang putih ini dikarenakan pasokan dari distributor yang mengalami penurunan.

Sedangkan pedagang bawang putih di Pasar Legi lainnya, Sri Marwanti menambahkan, kenaikan harga bawang putih ini terjadi sejak seminggu ini. Menurutnya, kenaikan harga bawang putih ini dikarenakan pasokan bawang putih impor terhambat. Bisa jadi karena cuaca yang kurang bersahabat membuat pengiriman bawang putih ke Indonesia menjadi terganggu. Sehingga pasokan ke pedagang menjadi berkurang dan harga merangkak naik.

“Seluruh bawang putih ini impor semua alias tidak ada yang lokal. Kalau bawang putih di kios saya ini dikirim dari China melalui Surabaya dan Cirebon,” ujar Sri Marwanti saat ditemui di kiosnya, Senin (25/2).

Sri berharap, harga bawang putih tidak mengalami kenaikan lagi. Dikhawatirkan kalau harga terus melambung maka daya beli masyarakat bisa turun. Untuk kondisi saat ini saja, konsumen yang biasanya membeli bawang putih sebanyak 50 kilogram, lantaran harga naik maka hanya membeli 10 kilogram saja. Akibatnya penjualan bawang putih mengalami penurunan. “Harga bawang putih ini berada di titik tertinggi,” kata Sri Marwanti.

Sebagai seorang pedagang, dia berkeinginan agar harga bawang putih segera stabil. Karena kalau pasokan lancar, harga bawang putih per kilogramnya bisa di bawah Rp 20.000. “Kalau harga stabil, yaitu di bawah Rp 20.000 per kilogram, maka permintaan bawang putih bisa tinggi,” ujar Sri Marwanti.

Tergantung Impor

Harga bawang putih yang naik cukup tinggi direspons oleh Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Menurut Gita, salah satu penyebab harga bawang tinggi naik drastis adalah karena Indonesia ketergantungan impor.

“Bawang putih mencuat dari Rp 5.000 per kilogram ke Rp 30.000 per kilogram itu lebih karena ketergantungan kita terhadap impor. Selama ini bawang putih yang kita konsumsi lebih banyak didatangkan dari luar negeri. Nah ini karena keterbatasan seperti itu jadi naik,” kata Gita usai rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (25/2).

Namun Gita mengelak penyebab harga bawang putih tinggi, karena adanya kesalahan importir. Menurutnya, alasan yang masuk akal adalah permintaan yang tinggi tetapi suplai dan pasokan yang minim. “Tidak, karena permintaannya tinggi sementara pasokannya terbatas. Tetapi nanti akan coba kita lihat deh,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Suswono mengakui, selama ini impor bawang putih yang dilakukan Indonesia cukup besar. Setiap tahun Indonesia masih mengimpor 80 persen bawang putih karena stok lokal yang masih kurang.

“Boleh jadi mungkin impor karena sementara bawang putih lebih dari 80 persen masih impor. Jadi tampaknya mungkin karena pasokan berkurang untuk bawang putih. Kalau yang lain-lain tetapi saya pikir belum sangat mengganggu,” cetus Suswono.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang 2012, Indonesia mengimpor 415.000 ton bawang putih dari beberapa negara dengan nilai 242,3 juta Dolar AS atau senilai Rp 2,3 triliun bawang putih.

Mayoritas bawang putih impor datang dari China yaitu sebanyak 410.100 ton dengan nilai 239,4 juta Dolar AS atau Rp 2,27 triliun untuk periode Januari hingga Desember 2012.

Tercatat kegiatan impor bawang putih dari China ini berjalan sepanjang tahun, sementara ada beberapa negara lain yang memasukkan bawang putih ke dalam negeri seperti India, Malaysia, Pakistan, dan Thailand, tetapi impornya tidak terjadi setiap bulan dan tak signifikan. Dwi Hastuti | Detik

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR