JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Harga Buah Impor Naik 100 Persen

Harga Buah Impor Naik 100 Persen

451
BAGIKAN
DAMPAK PEMBATASAN BUAH IMPOR--Pedagang menata buah yang dijualnya di salah satu kios buah Pasar Gede, Solo, Senin (18/2). Kebijakan pembatasan impor buah ke Indonesia yang diatur oleh pemerintah, membuat harga buah impor merangkak naik hingga 100 persen dan pasokan buah impor ke pedagang merosot hingga 70 persen. Joglosemar. Kurniawan Arie Wibowo
DAMPAK PEMBATASAN BUAH IMPOR–Pedagang menata buah yang dijualnya di salah satu kios buah Pasar Gede, Solo, Senin (18/2). Kebijakan pembatasan impor buah ke Indonesia yang diatur oleh pemerintah, membuat harga buah impor merangkak naik hingga 100 persen dan pasokan buah impor ke pedagang merosot hingga 70 persen. Joglosemar| Kurniawan Arie Wibowo

SOLO- Dampak kebijakan pembatasan impor buah ke Indonesia oleh pemerintah, membuat harga buah impor merangkak naik hingga 100 persen. Selain itu, pasokan buah impor ke pedagang juga merosok hingga 70 persen.

Salah seorang pedagang buah di Pasar Gede Solo, Ny Jumadi mengatakan, saat ini buah impor hanya bisa dinikmati oleh kalangan menengah ke atas.

Hal ini dikarenakan harga buah impor mengalami kenaikan yang sangat signifikan pascaadanya pembatasan. Misalnya untuk harga anggur merah impor dari sebelumnya Rp 40.000 per kilogram, kini menjadi Rp 85.000 per kilogram.

Kemudian harga buah per siang lie yang sebelumnya Rp 20.000 per kilogram menjadi Rp 35.000 per kilogram. Lalu harga apel fuji yang sebelumnya Rp 20.000 per kilogram, kini menjadi Rp 35.000 per kilogram. Sedangkan untuk harga jeruk mandarin dari sebelumnya Rp 10.000 per kilogram menjadi Rp 25.000 per kilogram.

“Akibat kenaikan harga ini, sejak awal Februari kemarin jumlah pembeli buah impor berkurang hingga 50 persen,” terang Ny Jumadi saat ditemui di kiosnya, Senin (18/2).

Lanjut dia, selain harga yang melambung, pasokan ke pedagang juga mengalami penurunan hingga 70 persen. Biasanya, pasokan jeruk mandarin per harinya bisa mencapai 30 boks, kini hanya dipasok 10 boks saja per hari.

“Kalau di Pasar Gede, permintaan buah impor dan lokal itu merata. Sehingga ketika buah impor mahal, maka alternatifnya membeli buah lokal,” imbuhnya.

Menurutnya, kebijakan pembatasan buah impor tersebut sebenarnya bagus lantaran untuk melindungi buah lokal. Namun sebenarnya antara buah lokal dan impor itu saling berdampingan. Karena masing-masing sudah memiliki pangsa pasar sendiri-sendiri.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo, Sulastri menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum melakukan pengawasan terkait dengan pembatasan impor buah tersebut. Saat ini akan dilakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Pertanian Kota Solo untuk melakukan pembahasan.  Dwi Hastuti