Harta Benda Dibawa Kabur Pelaku : Korban Pembiusan Masih Dirawat Intensif

Harta Benda Dibawa Kabur Pelaku : Korban Pembiusan Masih Dirawat Intensif

396
ilustrasi

SRAGEN-Ngatimin (35), warga Dukuh Candi RT 6, Kelurahan Gemolong, Gemolong, yang menjadi korban pembiusan berkedok jasa travel di Bandara Adi Soemarmo, Solo, Kamis (31/1), malam masih menjalani perawatan intensif. Korban hingga Sabtu (2/1) petang, masih dirawat di RS Yakssi, Gemolong untuk memulihkan kondisinya yang masih lemah.

Pantauan Joglosemar, korban hingga kini masih dirawat di salah satu bangsal di RS Yakssi Gemolong. Kondisinya yang belum pulih betul membuat pihak rumah sakit menyarankan untuk tetap menjalani perawatan. Korban dibawa ke RS tersebut sejak Jumat (1/1), sekitar pukul 15.00 WIB, sesaat setelah ditemukan dan diantar ke rumahnya oleh beberapa anggota Polsek Kebakkramat, Karanganyar.

“Masih belum pulih betul. Sampai sore ini (kemarin) ia masih dirawat,” ujar Raharjo, tetangga korban.

Sayangnya, pihak rumah sakit tidak memperkenankan awak media untuk mengorek keterangan dari korban. Hanya saja, beberapa petugas memang membenarkan korban masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Baca Juga :  Hebat, Guru SMAN di Tepi Sawah Ini Ciptakan Teknologi Telur Asin Hanya 3 Jam. Antar Sragen Juara di Jateng

Sementara, Kapolsek Kebakkramat AKP Dwi Erna mengatakan meski ditemukan di daerah Waru, Kebakkramat, namun tempat kejadian perkara (TKP) insiden pembiusan dan perampokan yang menimpa korban dimungkinkan tidak di Kebakkramat. Hingga kemarin, pihaknya juga belum menerima laporan resmi mengenai temuan korban perampokan bermodus jasa travel bandara tersebut.

“Bisa jadi ia dibius dalam perjalanan atau ketika pertama kali dia naik mobil travel itu. Jadi TKP-nya bukan di wilayah kami. Kalau ada anggota kami yang menemukan dan mengantar ke rumahnya, ya sifatnya memang membantu masyarakat yang butuh bantuan,” urainya saat dihubungi via telepon.

Sementara Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo mengungkapkan kendati belum ada laporan resmi, pihaknya siap untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Ia juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati jika ingin menaiki kendaraan umum. Pihaknya menyarankan, sebisa mungkin menghindari tawaran kendaraan umum yang belum jelas apalagi dalam situasi malam hari.

Baca Juga :  Meriahnya Ratusan Siswa Ikuti Literasi Bersama Joglosemar di SMPN 1 Masaran Sragen

“Atau lebih amannya minta dijemput keluarga saja. Kemudian kalau naik kendaraan tidak dikenal minimal dicatat nomornya sehingga nanti kalau ada apa-apa mudah melacak. Tapi kami akan tetap menindaklanjuti untuk mencari saksi dan petunjuk mudah-mudahan cepat terungkap,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Ngatimin (35), yang baru pulang dari Kendari, Sultra, dengan pesawat Lion Air itu, menjadi korban pembiusan bermodus jasa travel dari Bandara Adi Soemarmo Solo. Korban dibius, kemudian dibuang di tepi jalan di wilayah Waru, Kebakkramat, Karanganyar. Seluruh harta dan barang-barang miliknya sudah raib dibawa kabur perampok yang diketahui menggunakan mobil Avanza warna hitam. Termasuk, uang tunai Rp 6 juta serta beberapa kartu ATM milik korban juga raib. Wardoyo

BAGIKAN