JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Hilang, Diduga Tewas Kelaparan

Hilang, Diduga Tewas Kelaparan

225

Ilustrasi meninggal dunia jenasah mayatBOYOLALI –Warga kawasan Waduk Kedung Ombo (WKO), Kecamatan Kemusu gempar  dengan temuan sesosok mayat di tengah hutan setempat, Minggu (17/2) sore. Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan kondisi sudah terurai hingga tinggal kerangka.

Informasi yang diterima Joglosemar menyebutkan, mayat tersebut ditemukan dua pencari kayu yakni Sumari (57) dan Jarwo (63), warga setempat. Sore itu kedua saksi tengah mencari kayu di hutan Kalangan. Tiba-tiba keduanya mencium bau busuk yang sangat menyengat. Setelah diperiksa, mereka menemukan mayat yang tinggal kerangka. Mayat tersebut masih mengenakan celana kolor warna abu-abu dan sarung kotak-kotak warna merah putih. Mendapati mayat tersebut, kedua saksi langsung melapor ke perangkat Desa Kedungmulyo, Tukimin. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Mapolsek Kemusu. Mendapat laporan itu, petugas pun segera ke lokasi penemuan mayat untuk memeriksa.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kapolsek Kemusu AKP Suhardiyanto mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan diduga kuat mayat tersebut adalah Suyitno (65) warga Dukuh Sendangrejo, Desa Kedungmulyo. “Dari keterangan kerabat dan sejumlah tetangga, korban tersebut adalah Suyitno,” ungkap Kapolsek, Senin (18/2). Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, korban yang sehari-hari sebagai petani ini memiliki penyakit kejiwaan atau stres sejak beberapa lama. Korban diketahui pergi dari rumah sejak 24 Januari lalu. Setelah itu korban tak kunjung pulang, dan meskipun pihak keluarga sudah melakukan pencarian, namun korban tidak kunjung ditemukan.

Diduga kuat, korban kambuh sakitnya dan tersesat di hutan hingga akhirnya meninggal karena kelaparan. Dugaan ini diperkuat dengan hasil visum pada jasad korban. Dari pemeriksaan medis, menurut Kapolsek tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada jasad korban. Lantaran tidak ditemukan unsur pidana, korban kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.

Ario Bhawono

 

BAGIKAN