JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Hindari Thypus dengan Menjaga Kebersihan Makanan

Hindari Thypus dengan Menjaga Kebersihan Makanan

338
ilustrasi
ilustrasi

Sudah sepekan ini Andi demam tidak sembuh-sembuh. Kadang badannya panas tetapi terkadang turun. Wajahnya juga kelihatan pucat, badannya lemas dan ditambah lagi dia tidak nafsu makan. Setelah diperiksakan ke dokter, Andi diminta untuk mondok di Rumah Sakit. Andi dinyatakan positif terkena penyakit Thypus.

Dokter Umum Rumah Sakit Islam Yarsis Surakarta, Dr Indrasti Paramitha Sari mengatakan, Tipes atau Thypus adalah penyakit infeksi bakteri yang menyerang saluran pencernaan. Penyakit ini disebabkan bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi A, B dan C. “Thypus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang saluran pencernaan,” katanya.

Ia mengatakan dalam masyarakat penyakit ini dikenal dengan nama Tipes atau Thypus, tetapi di dunia kedokteran penyakit ini disebut Typhoid Fever. Penyakit thypus menular melalui makanan dan minuman yang tercemar kuman serta dari kotoran atau air kencing penderita thypus. Kuman Salmonella ini dapat menyebar ke hati, paru-paru, bahkan ke otak dan bisa berakibat fatal bagi penderitanya.  ”Penyakit ini biasanya akibat mengonsumsi makanan yang tidak terjaga kebersihannya,” tuturnya. Menurutnya, apabila ada orang yang sering menderita penyakit ini kemungkinan besar karena makanan atau minuman yang dikonsumsi tercemar bakterinya.

Gejala thypus antara lain badan demam atau panas. Ini adalah gejala utama tifoid. Pada awal sakit, demamnya kebanyakan samar-samar saja, selanjutnya suhu tubuh sering turun naik. Pagi lebih rendah atau normal, sore dan malam lebih tinggi (demam intermitten). Dari hari ke hari intensitas demam makin tinggi yang disertai banyak gejala lain seperti sakit kepala yang sering dirasakan di area frontal, nyeri otot, pegal-pegal, insomnia, mual dan muntah. ”Tandanya ini demam naik turun selama tujuh hari tidak sembuh, disertai gangguan pencernaan,” terang dia.

Pada minggu kedua, intensitas demam makin tinggi, kadang-kadang terus-menerus (demam kontinyu). Bila pasien membaik maka pada minggu ketiga suhu badan berangsur turun dan dapat normal kembali pada minggu ketiga. Namun perlu diperhatikan bahwa demam khas tifoid tersebut tidak selalu ada. Tipe demam dapat menjadi tidak beraturan. Hal ini mungkin karena intervensi pengobatan atau komplikasi yang dapat terjadi lebih awal.

Diungkapkannya, suhu tubuh penderita biasanya bertambah tinggi setiap hari, terutama di sore dan malam hari. Biasanya, di pagi dan siang hari, penderita thypus akan merasa dirinya sudah lebih sehat. Terkadang penderita tertipu dengan kondisi ini sehingga mereka tidak segera memeriksakan penyakitnya ke dokter. Setelah 7-10 hari, panas tubuh akan konsisten dan kontinyu. Memasuki minggu kedua ini, penderita akan merasakan panas dari pagi sampai malam hari. Di minggu ketiga, panas tubuh akan menurun dan terjadi penyembuhan atau justru terjadi komplikasi yang berakibat fatal. ”Biasanya badan penderita terlihat lemes, mukanya juga pucat,” jelasnya.

Selain itu, penderita juga akan mengalami gangguan pencernaan. Sering ditemukan bau mulut yang tidak sedap karena demam yang lama. Bibir kering dan kadang-kadang pecah-pecah. Lidah kelihatan kotor dan ditutupi selaput putih. Ujung dan tepi lidah kemerahan dan tremor (coated tongue atau selaput putih), dan pada penderita anak jarang ditemukan. Pada umumnya penderita sering mengeluh nyeri perut, terutama regio epidastrik (nyeri ulu hati), disertai mual dan muntah. Pada awal sering meteorismus dan konstipasi. “Pada minggu selanjutnya kadang-kadang timbul diare,” ujarnya.

Dikatakan Mitha, untuk mengetahui penyakit tersebut perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium seperti terjadinya penurunan sel darah putih, anemia rendah karena pendarahan pada usus dan trombosit menurun, “Bila hal tersebut adalah gejala tipes, maka hasil pemeriksaan juga akan ditemukan bakteri salmonella typhosa pada kotoran, darah, urine,” paparnya.

Menurutnya penyakit ini tidak terlalu parah, namun sangat mengganggu aktivitas kita. Yang sangat dibutuhkan adalah istirahat total selama beberapa minggu bahkan bulan. Bagi orang yang sangat aktif, hal ini sangat menyiksa. “Penderita penyakit ini diharuskan untuk bedrest total,” jelasnya.

Ditambahkannya, yang perlu diperhatikan pasca terkena Tipes adalah pola makan yang benar. Usahakan makanan yang dikonsumsi adalah makanan lunak. Makanan yang lunak akan mempermudah kerja usus dan organ pencernaan lainnya. “Kemudian makanan yang berminyak, pedas, asam, spicy juga harus hindari,” paparnya. Tri Sulistiyani

BAGIKAN