Hujan Deras, Jembatan Desa Putus

Hujan Deras, Jembatan Desa Putus

756

240213-son-Hujan dan Angin Rusak Bangunan-Foto WonogiriWONOGIRI-Hujan deras disertai angin, Jumat (22/2), malam hampir merata di Wonogiri. Akibat hujan dan angin tersebut menyebabkan sejumlah bangunan di Kecamatan Purwantoro dan Kecamatan Wuryantoro rusak. Sedangkan di Solo, mengakibatkan robohnya tembok yang mengakibatkan satu warga terluka.

Satu jembatan di Dusun Ngandong RT 4 RW IV, Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro ambrol, Jumat (23/2), dini hari akibat fondasi yang tergerus air sungai. Jembatan sepanjang sekitar 41 meter dan lebar empat meter itu putus total sepanjang 20 meter. Praktis jembatan yang memiliki tinggi sekitar 12 meter ini tidak bisa digunakan lagi. Anak sekolah yang tadinya jalan kaki terpaksa harus menempuh jarak 3,5 kilometer.

“Jembatan ambrol tiga kali tadi pagi (kemarin-red), sekitar pukul 03.30 WIB. Karena terputus, anak sekolah di SDN 1 Kepyar (sisi selatan jembatan-red) tadi diliburkan. Untuk menyeberang sungai meniti bebatuan terlalu berisiko bagi anak. Ini yang menjadi beban. Anak sekolah di SD tadi kebanyakan dari utara jembatan, hanya sedikit yang dari selatan,” kata Suradi, Kades Kepyar.

Pihaknya belum tahu apakah Senin (25/2), besok anak-anak sudah bisa sekolah kembali. Jalan satu-satunya dengan memutar jalan dengan diantar orangtua atau naik mobil omprengan.

“Kalau jalan cukup 700 meter, sekarang tidak bisa. Dari empat dusun yang ada di sini, hanya tiga RT yang berada di selatan jembatan. Sisanya 26 RT berada di sisi utara. Kerugian sekitar Rp 7,5 juta karena jembatan adalah jembatan tua, tahun 1960-an. Untuk diperbaiki sulit. Kalau dibangun ulang butuh miliaran,” lanjutnya.

Sementara itu, di Kecamatan Wuryantoro sebanyak 12 rumah warga di dua desa dan satu SD beberapa genteng berserakan akibat hujan disertai angin. Camat Wuryantoro, Tarjo Harsono mengatakan lima rumah dan SDN 2, berada di Dusun Bendungan, Desa Genukharjo serta tujuh rumah di Dusun Tukluk, Desa Sumberejo.“Tidak ada yang parah, hanya genteng beterbangan. Kerugian sekitar Rp 10 juta,” terangnya.

Camat Karangtengah, Hery Indrastiyono melalui Kasi Trantib Ari Gotama mengatakan dua rumah tertimpa longsor milik Marijan di Dusun Bulu, Desa Ngambarsari dan milik Sugiyono warga Dusun Pundungwetan, Desa Jeblogan, Kamis (21/2). “Yang di Bulu hanya rusak bagian belakang karena tertimpa tanah longsor. Kalau yang di Pundungwetan longsor membuat satu pohon mahoni roboh menimpa rumah. Rumah juga sulit untuk dibersihkan karena tanah mengisi hampir semua bagian rumah. Tidak ada korban luka atau jiwa,” terangnya.

Tembok Roboh

Sementara itu, hujan deras serta angin ribut kembali melanda Kota Solo menyebabkan tembok salah satu rumah warga di Kelurahan Pajang RT 5 RW 16, Laweyan roboh dan menimpa sebuah rumah yang berada di dekatnya, Jumat (22/2), tengah malam. Dari pantauan Joglosemar kemarin, akibat dari kejadian itu, rumah yang dihuni Dwi Jayanto (38) dan keluarganya rusak berat. Ini terlihat dari atap rumah yang ambrol sepanjang enam meter. Bahkan, peristiwa itu menyebabkan Cinta Orelia Putri Wijayanti (5), mengalami luka ringan di bagian kaki.

Dwi menjelaskan, kejadian itu terjadi Jumat malam sekitar pukul 23.45 WIB. Sebelum kejadian, curah hujan memang sangat tinggi disertai angin kencang. Mungkin karena itulah tembok itu rubuh dan menimpa rumah. “Waktu itu kami sekeluarga baru tidur di kamar. Kami kaget saat mendengar benda jatuh, seketika itu langsung keluar. Namun anak saya terkena reruntuhan batako pada kakinya,” ujar Dwi kepada Joglosemar, Sabtu (23/2).

Lebih lanjut, seketika itu juga dirinya dibantu warga sekitar yang kebetulan sedang begadang di sekitar rumahnya ramai-ramai membantu dan membawa korban ke Rumah Sakit Brayat Minulya. Dwi memaparkan tembok batako rumah yang roboh milik Wasis. Rumah itu dalam proses pembangunan. Sedangkan pemiliknya masih berada di luar kota.

“Pemilik rumah yang diwakili oleh istri sudah menjenguk kesini, namun anak saya masih mengalami trauma akibat tertimpa atap rumah. Dia semalaman tidak bisa tidur karena ketakutan,” katanya. Eko Sudarsono | Ronald Seger Prabowo

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR