JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Hujan, Sapi Rawan Terserang Diare

Hujan, Sapi Rawan Terserang Diare

377
BAGIKAN
ANAK SAPI- Peternak warga Desa Mriyan, Kecamatan Musuk tengah memeriksa anakan sapi miliknya, Selasa (19/2). Musim penghujan  membuat anakan sapi sangat rentan terserang diare hingga menyebabkan kematian.
ANAK SAPI- Peternak warga Desa Mriyan, Kecamatan Musuk tengah memeriksa anakan sapi miliknya, Selasa (19/2). Musim penghujan membuat anakan sapi sangat rentan terserang diare hingga menyebabkan kematian.

BOYOLALI – Hujan yang turun terus menerus akhir-akhir ini, membuat para peternak sapi di Boyolali was-was. Di musim penghujan seperti ini ternak mereka rawan terserang diare. Serangan diare terutama pada ternak sapi anakan atau pedhet. Bahkan akibat diare ini, ternak mati dan membuat peternak merugi.

Wijianto (40), peternak warga Desa Mriyan, Kecamatan Musuk mengatakan, banyak pedhet-nya yang mati akibat terkena diare. Bahkan dalam seminggu ini lima ekor anak sapinya mati tidak tertolong. “Mau bagaimana lagi, ya tentunya rugi jutaan karena satu ekor pedhet paling murah Rp 2 juta,” tutur dia, Selasa (19/2).

Total menurut Wijianto, sudah delapan anakan sapinya yang mati karena diare. Padahal dirinya mengaku sudah berupaya untuk mengobati sapi tersebut, termasuk menyuntik sendiri sapinya yang sakit. Namun karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat pedhet-nya tetap saja mati.

Menurut Wijianto, sapi yang rentan terserang diare terutama anakan yang usia 1-2,5 bulan. Diduga, kondisi organ pencernaan sapi pada usai tersebut belum sempurna, sehingga pedhet cukup sensitif dengan peralihan cuaca maupun makanan. Selain mengantisipasi dengan penyediaan obat suntikan sendiri, pola makanan ternak juga harus diberikan dengan hati-hati.

Pemberian pakan hijauan saat musim penghujan, menurut dia harus dijemur terlebih dahulu sebelum diberikan ke ternak. Hal ini untuk mengantisipasi kandungan air yang tinggi pada hijauan. Sementara untuk menjemur pakan hijauan ini, sangat bergantung pada sinar matahari. Padahal beberapa waktu terakhir cuaca selalu mendung dan turun hujan setiap hari.

Kamto (38), peternak lainnya mengungkapkan, selain menjemur hijauan, dirinya juga harus rajin menjemur pedhet di halaman. Dengan dijemur, ternak akan terkena sinar matahari dan udara segar. Upaya ini guna mencegah ternak sakit mengingat kondisi kandang umumnya sangat lembab. “Harusnya tiap pagi ternak dijemur, persoalannya sekarang tiap pagi selalu mendung dan turun hujan,” imbuh dia.

Ario Bhawono