Huntara Kepurun Dibongkar

Huntara Kepurun Dibongkar

346
DIBONGKAR – Anggota Kepurun Palem Rescue membongkar huntara di Lapangan Bumi Perkemahan Kepurun, Manisrenggo, Selasa (5/2). Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Bangunan Hunian Sementara (Huntara) yang berada di Lapangan Bumi Perkemahan (Bumper) Kepurun Kecamatan Manisrenggo mulai dibongkar, Selasa (5/2). Pembongkaran dilakukan Pemdes setempat dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Puluhan relawan Palem Rescue Kepurun mulai merobohkan bangunan yang sudah mangkrak sejak dua tahun tersebut, Selasa (5/2).  Kepala Desa (Kades) Kepurun Widodo mengatakan surat perintah pembongkaran telah dia terima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, pekan lalu. Mengenai sistem pembongkaran akan dibagi per-RW. Di mana satu RW diperkirakan mendapat bagian enam bangunan. Total ada 12 kelompok nantinya yang melakukan pembongkaran tersebut. “Untuk hari pertama rencananya kelompok dari Palem Rescue atau relawan bencana yang mendapatkan giliran membongkar. Nantinya untuk satu kelompok mendapat jatah enam bangunan. Setelah itu bergilir dengan kelompok lain yang berjumlah 12 itu,” katanya.

Mengenai sampai batas waktu pembongkaran, menurut Widodo tidak ada target dari BPBD Klaten. Namun dia perkirakan, dibutuhkan waktu sekitar dua bulan sampai semuanya benar-benar bersih.         Sementara terkait bahan bangunan sisa dari Huntara berupa dinding anyaman bambu dan batang bambu nantinya diberikan ke desa. Namun untuk bahan seperti lembaran seng, batako, dan paving, akan diinventarisasi terlebih dahulu dan menunggu perintah dari BPBD. “Namun untuk bambunya, langsung diberikan ke tiap-tiap kelompok. Di mana nanti warga membeli ke kelompok tersebut dan uang hasil penjualan bambu akan masuk ke kas RW. Kami dari desa hanya sebagai pengawas saja. Sehingga untuk harga bambu, nanti bisa beda tergantung keputusan masing-masing kelompok,” tegasnya.

Ketika disinggung dana untuk pembongkaran, Widodo mengatakan dana Rp 245 juta yang diajukan desa hingga kini belum turun. “Untuk itu pada hari pertama kami melibatkan tim relawan. Sebab jika nantinya mereka harus  mengeluarkan dana tambahan akan maklum,” urainya.

Sementara itu, Camat Manisrenggo Wahyudi Martono mengaku pihaknya lega dengan  dilakukannya pembongkaran Huntara ini. Sebab bangunan huntara sudah mangkrak sejak dua tahun lalu  sudah tak terurus. Bahkan banyak bahan bangunan yang hilang dicuri orang. “Pembongkaran diserahkan ke desa dan masyarakat dengan sistem gotong-royong,” paparnya. Angga Purnama

BAGIKAN