Hutan Kota Jadi Tempat Mesum Pelajar

Hutan Kota Jadi Tempat Mesum Pelajar

3791
TAK PANTAS DITIRU - Sepasang pelajar tengah berbuat asusila di kawasan Hutan Kota Klaten, Minggu (24/2) sore. Minimnya pengawasan menjadikan nkawasan tersebut ajang mesum di kalangan remaja. Joglosemar/Angga Purnama
TAK PANTAS DITIRU – Sepasang pelajar tengah berbuat asusila di kawasan Hutan Kota Klaten, Minggu (24/2) sore. Minimnya pengawasan menjadikan kawasan tersebut ajang mesum di kalangan remaja.

KLATEN – Minimnya pengawasan membuat kawasan Hutan Kota yang ada di Kelurahan Semangkak Kecamatan Klaten Tengah sering disalahgunakan sebagai tempat mesum. Warga sekitar, Dirin, mengatakan sering memergoki remaja yang sedang berpacaran hingga melakukan tindakan asusila.

Tidak sedikit pula, kawasan hijau tersebut juga sering dijadikan sebagai tempat mabuk-mabukan. “Saya sering melihat pasangan muda-mudi tersebut berciuman di pinggir jalan, bahkan di tengah hutan sampai ada yang melakukan tindak asusila. Sungguh pemandangan yang tidak enak dilihat,” ujar Dirin, Senin (25/2).

Dia juga mengatakan, aktivitas asusila tersebut sering dilakukan oleh remaja yang masih berstatus pelajar. Bukan hanya pada malam hari, perbuatan tidak senonoh tersebut juga sering dilakukan pada siang hari dan sore hari. Bahkan, mereka tidak malu mempertontonkan adegan yang tidak seharusnya dilakukan tersebut. “Tanpa malu, mereka mempertontonkan perbuatan tersebut di tempat umum,” ujar dia.

Tak hanya itu, selain digunakan sebagai tempat mesum, dia mengaku sering mendapati botol bekas minuman miras berserakan di dalam Hutan Kota. Tak jarang, pada malam hari warga mendapati sekelompok orang tengah melakukan pesta miras di kawasan tersebut. Ungkapan serupa dilontarkan seorang warga lainnya, Ngadimin, warga Klaten Utara. Menurutnya, dia sering melihat tempat tersebut digunakan sebagai tempat berbuat mesum. “Terlebih pada malam hari, selain minim penerangan, tempat tersebut juga rindang.

Sehingga perbuatan mesum tersebut tidak terlihat dari luar meski tempatnya berada di pinggir jalan raya,” ungkapnya.
Ia mengaku sangat menyayangkan adanya penyalahgunaan fungsi Hutan Kota tersebut. Karena itu, pihaknya  berharap, pemerintah dan Linmas setempat bersedia melakukan pengawasan sehingga perbuatan yang melanggar norma tersebut dapat dicegah dan dihentikan. “Ya jelas kami khawatir,  letak Hutan Kota berada tepat di depan beberapa sekolahan. Kalau dibiarkan, kami takut, pelajar akan merasa dibenarkan melakukan perbuatan tersebut. Itu contoh yang tidak baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bambang Giyanto, mengaku belum mendapatkan laporan dari warga terkait masalah tersebut. Namun ia meminta warga ikut serta berperan aktif untuk meminimalkan pelanggaran yang terjadi. “Sejauh ini belum ada laporan resmi warga. Namun dengan adanya peristiwa ini kami akan melakukan penertiban kawasan Hutan Kota ke depannya. Bagi warga yang memergoki hal semacam itu, segera saja laporkan kepada kami atau pihak berwajib,” himbaunya. Krisna Kartika S

BAGIKAN

2 KOMENTAR

  1. Tai ngazuu….Sok belagu kabeh ! Ojo sok do ngaku alim, kyo sok suci ae….
    Nek wani ki,,,langsung d beri pengarahan…bukane d tindak..
    Wong nek kleru ki d bener’ne….ora mung cangkeman,wadul2 ae…..

TINGGALKAN KOMENTAR