JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Inflasi Solo 1,33 Persen, Melebihi Inflasi Jateng

Inflasi Solo 1,33 Persen, Melebihi Inflasi Jateng

279
BAGIKAN
PENYUMBANG INFLASI TERTINGGI–Pedagang mengumpulkan cabe rawit yang telah dipilih di Pasar Legi, Solo, Senin (4/1). Memasuki awal tahun atau tepatnya pada bulan Januari 2013, inflasi Solo tembus 1,33 persen dan cabe rawit merupakan merupakan komoditas yang menyumbang inflasi sebesar 0,2121 persen. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

TPID Jadwalkan Operasi Pasar 

SOLO- Memasuki awal tahun atau tepatnya pada Bulan Januari 2013 kemarin, inflasi Solo tembus 1,33 persen. Angka tersebut dinilai relatif tinggi pasalnya melebihi perolehan inflasi secara nasional.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo, Toto Desanto. Ia mengatakan, tingginya inflasi tersebut dikarenakan adanya kenaikan harga sebagian besar komoditas yang menjadi survei oleh BPS untuk perhitungan inflasi.

“Dari 129 komoditas yang disurvei, sebanyak 100 komoditas mengalami kenaikan harga. Sedangkan sisanya sebanyak 29 komoditas mengalami penurunan harga,” terang Toto saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/2).

Lanjut Toto, dari 100 komoditas yang mengalami kenaikan harga, ada lima komoditas yang menyumbang inflasi tertinggi. Di antaranya cabe rawit yang menyumbang inflasi sebesar 0,2121 persen, disusul beras menyumbang inflasi sebesar 0,1859 persen, telur ayam ras inflasi sebesar 0,1388 persen, jeruk inflasi sebesar 0,1021 serta ongkos tukang menyumbang inflasi sebesar 0,0815 persen.

“Kenaikan harga cabe rawit yang cukup signifikan ini dikarenakan cuaca yang kurang bersahabat, membuat produksi cabe rawit di beberapa daerah mengalami gangguan.  Akibatnya, pendistribusian ke Solo mengalami gangguan,” imbuh Toto.

Meski inflasi Solo ini tergolong tinggi, ternyata inflasi kota-kota lain di Jawa Tengah juga turut tinggi. Seperti yang terjadi di Purwokerto, inflasinya mencapai 1,63 persen, kemudian Semarang mengalami inflasi sebesar 0,99 persen dan Tegal mengalami inflasi sebesar 0,77 persen.

“Kalau inflasi Jawa Tengah di Bulan Januari kemarin mencapai 1,09 persen. Sedangkan inflasi nasional sebesar 1,03 persen. Sehingga inflasi Solo jauh di atas inflasi Jawa Tengah dan nasional,” ujar Toto.

Sementara itu, Sekretaris Pengarah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo, Doni P Joewono menambahkan, tingginya inflasi tidak hanya terjadi di Solo, namun juga di berbagai kota. “Perlu diadakan Operasi Pasar (OP) di awal tahun. Sehingga OP tidak hanya dilakukan saat event-event tertentu saja,” ujar Doni.

Apakah tingginya inflasi di Solo ini akan berpengaruh terhadap iklim investasi? Doni menjawab karena kenaikan inflasi terjadi di mana-mana, maka diprediksi untuk iklim investasi di Solo tidak akan terganggu. Dwi Hastuti