Inggris: Stop Dukung Israel!

Inggris: Stop Dukung Israel!

233

Bagaimana Anda bisa mengharapkan muslim menyukai Anda ketika Anda secara paksa menduduki tanah-tanah mereka dan membunuhi rakyat mereka?”

George Galloway | Anggota parlemen Inggris

AKSI PROTES TUNTUT PEMBEBASAN TAHANAN PALESTINA. Warga Palestina mengikuti aksi protes di kota Ramallah, Tepi Barat, menuntut dibebaskannya tahanan Palestina dari penjara Israel, Minggu (17/2). Uni Eropa menyeru Isreal untuk memperbaiki kondisi tahanan Palestina di penjara, dan menteri Palestina mengatakan akan ada aksi minggu ini yang mendukung mogok makan tahanan. Hampir 5.000 warga Palestina ditahan di penjara Israel, kebanyakn dengan tuduhan menyerang warga Israel. ANTARA/REUTERS/Mohamad Torokman
AKSI PROTES TUNTUT PEMBEBASAN TAHANAN PALESTINA. Warga Palestina mengikuti aksi protes di kota Ramallah, Tepi Barat, menuntut dibebaskannya tahanan Palestina dari penjara Israel, Minggu (17/2). Uni Eropa menyeru Isreal untuk memperbaiki kondisi tahanan Palestina di penjara, dan menteri Palestina mengatakan akan ada aksi minggu ini yang mendukung mogok makan tahanan. ANTARA/REUTERS/Mohamad Torokman

KARACHI–Anggota parlemen Inggris, George Galloway, mendesak dunia Barat untuk berhenti mendukung kejahatan-kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara tamu dalam acara Karachi Literature Festival di Kota Karachi, Pakistan selatan pada, Minggu (17/2) waktu setempat.  Dikatakan politikus Inggris itu seperti dilansir Press TV, Senin (18/2), dukungan Barat atas Israel pastinya telah meningkatkan kebencian di kalangan muslim bagi Barat.

“Selama negara-negara Barat memberikan dana ke Israel untuk senjata-senjata, membuat satu aturan untuk Israel dan aturan lain untuk yang lainnya, bagaimana kita bisa mengharapkan muslim melihat dengan tenang ke arah kejahatan seperti itu?” tanya Galloway seraya mengecam standar ganda dan kemunafikan Barat.

Pemimpin partai Respect Party itu pun mengimbau Barat untuk lebih mendukung korban terorisme daripada pelaku terorisme.

Dalam pidatonya itu, Galloway juga menyebut tentang rakyat Palestina yang tidak memiliki negara, terpinggirkan dan tertekan. Galloway pun mengingatkan Barat untuk berhenti menginvasi tanah-tanah muslim.

“Berhentilah menginvasi tanah-tanah muslim! Bagaimana Anda bisa mengharapkan muslim menyukai Anda ketika Anda secara paksa menduduki tanah-tanah mereka dan membunuhi rakyat mereka?” cetusnya.

Sementara itu, dari Ramallah dikabarkan, pejabat senior Palestina melaporkan, Israel akan membebaskan sekira 550 tahanan Palestina sebelum Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengunjungi Negeri Yahudi itu. Beberapa tahanan itu antara lain adalah Pemimpin Fatah Marwan Barghouti.Selain Barghouti, ada pula pejabat Palestina lainya yaitu Ahmad Saadat yang sudah ditahan selama 30 tahun atas tuduhan membunuh Menteri Pariwisata Israel Rehavam Zeevi pada 2001. Meski demikian, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nimar Hamad, menepis laporan mengenai pembebasan Barghouti dan Saadat.

Hamad menegaskan, saat ini Abbas masih berupaya dengan keras mendesak komunitas internasional agar sepakat untuk menekan Israel guna membebaskan seluruh tahanan Palestina. Abbas dikabarkan memprioritaskan tahanan-tahanan yang kesehatannya terganggu, terutama yang melakukan mogok makan. Demikian, seperti diberitakan Times of Israel, kemarin.

Sejauh ini, tidak pernah ada kabar yang menyebutkan bahwa kunjungan Obama berhubungan dengan proses pembebasan tahanan Palestina itu. Israel sendiri melaporkan, kunjungan itu akan dimanfaatkan Obama untuk membahas isu Iran, Suriah, dan dialog bilateral Israel dan Palestina.

Meski demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, tidak menutup kemungkinan isu pembebasan tahanan itu akan disinggung lewat kunjungan Obama. Hal itu bisa saja menjadi pokok dari kerja sama antara AS dan Israel.

“Tidak menutup kemungkinan bahwa isu ini akan menjadi agenda dan kami selaku pemerintahan baru akan melanjutkan pekerjaan kami untuk isu ini,” ujar Netanyahu.

“Dalam kunjungannya (Obama), kami juga akan mendiskusikan isu yang paling penting yaitu Negara Israel dan jaminan keamanannya di masa depan,” tutupnya. Detik | Okezone

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR