JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Inspektorat Larang Pengadaan Laptop

Inspektorat Larang Pengadaan Laptop

227
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

KLATEN – Inspektorat Daerah Kabupaten Klaten melarang adanya pengadaan laptop untuk guru bersertifikat kompetensi. Hal ini di khawatirkan akan memicu polemik bagi pihak guru. Inpektur Daerah Klaten, Eko Medi Sukasto, mengatakan pengadaan laptop baru dengan dalih peningkatan kompetensi guru tidak menjadi masalah. Hal ini karena guru berkompetensi wajib mampu mengoperasikan komputer guna menunjang pembelajaran bagi peserta didik.

Namun, pihaknya tidak setuju dengan adanya pengadaan laptop yang mengharuskan suatu merek tertentu bagi guru bersertifikat kompetensi. Terlebih, banyak guru bersertifikat yang telah memiliki laptop untuk media belajar. “Guru bersetifikasi diharuskan meningkatkan kemampuan mengajar termasuk dalam hal teknologi pembelajaran. Termasuk menguasai penggunaan komputer, sehingga sudah seharusnya guru memiliki laptop yang dilengkapi program-program yang menunjang pembelajaran,” paparnya saat ditemui wartawan, Rabu (20/2).

Sejak maraknya pemberitaan tentang rencana pengadaan laptop bagi guru bersertifikasi, Inspektorat Daerah turun ke lapangan untuk melakukan klarifikasi ke Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten. Rencana pengadaan laptop bagi guru bersertifikat tersebut dengan alasan bahwa masih banyak guru bersertifikasi yang belum menguasai teknologi informasi dan perangkat komputer. Untuk menunjang fungsi dalam kegiatan pembelajaran, Dinas Pendidikan menawarkan laptop dengan merek yang telah dilengkapi dengan program khusus yang bisa menunjang proses mengajar.

Namun, menurutnya rencana tersebut baru dalam tahap sosialisasi dan sudah ditentang sejumlah guru sertifikas “Kami mendukung kalau guru sertifikasi diminta mempunyai laptop, tapi jangan diharuskan membeli merek tertentu. Seperti arahan Pak Bupati, bahwa pembelian laptop jangan diarahkan pada merek tertentu, karena yang terpenting adalah fungsi laptop,” tegas Eko.

Ke depannya, pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap rencana pengadaan tersebut. Pihaknya juga berharap Disdik mengeluarkan kebijakan yang tidak terlalu memberatkan guru. “Tugas guru sudah cukup berat, jadi jangan terlalu dibebani dengan kebijakan seperti ini. Yang terpenting saat ini adalah guru mampu meningkatkan kompetensi dalam hal pembelajaran,” tukasnya.

Angga Purnama