JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Intimidasi Wartawan, Mantan Jenderal Dikecam

Intimidasi Wartawan, Mantan Jenderal Dikecam

1039
AKBP Susetio Cahyadi

SRAGEN—Ketua LBH Mega Bintang Sragen, Rus Utaryono mengecam tindakan intimidasi yang dilakukan mantan jenderal TNI bintang satu bernama Aji Wiyono, warga Banjarasri, Nglorog, Sragen terhadap wartawan Joglosemar usai persidangan kasus penganiayaan di PN Sragen Selasa (5/2) lalu. Dalam persidangan dengan terdakwa Arie Maulana (35), yang tak lain adalah anak mantan jenderal itu, Aji mengeluarkan kata-kata bernada ancaman terhadap reporter Joglosemar.

“Semestinya itu tidak perlu terjadi. Sebagai orang berpendidikan dan pernah bertugas di korps yang membawahi keamanan secara umum, semestinya ia memberi rasa aman dan nyaman bagi siapa pun,” kata Rus, Rabu (6/2).

Diungkapkannya, di era reformasi seperti saat ini sudah tidak zamannya lagi melakukan tindakan intimidasi. Apalagi intimidasi terhadap seorang wartawan yang sedang menjalankan profesinya. “Seharusnya dia menghormati. Kalau memang ada berita yang dirasa tidak benar atau tidak imbang, kan ada mekanisme hak jawab atau klarifikasi. Saya pikir dia tahu soal aturan itu,” kata Rus.

Ia menambahkan, dalam persidangan kemarin sifatnya terbuka sehingga siapa pun boleh dan berhak untuk hadir menyaksikan. Apalagi bagi seorang wartawan yang bertugas menyampaikan peristiwa itu kepada publik. “Sehingga mengintimidasi media (wartawan) sama saja mereduksi hak publik untuk mendapatkan informasi,” jelas Rus.

Rus mendorong agar awak media tidak takut dan tetap menjalankan profesinya sesuai dengan aturan yang berlaku dan profesional. “Kami dorong agar wartawan tetap menjalankan profesinya secara profesional,” pangkasnya.

Senada, Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi menyesalkan insiden intimidasi terhadap awak media yang sedang bertugas melakukan peliputan di PN Sragen itu. Menurutnya, semestinya semua pihak memahami norma yang berlaku serta menghargai profesi apapun sesuai dengan porsi dan kedudukannya. “Kami berharap mudah-mudahan insiden seperti ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Sementara, Kapuspen TNI Brigjen Iskandar Sitompul melalui pesan singkatnya sangat menyayangkan intimidasi kepada wartawan yang sedang bertugas. Namun karena oknum pelakunya sudah purnawirawan, menurutnya, hal itu bukan urusan TNI lagi. Widi Purwanto

BAGIKAN