JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Jadi CPNS, 14 Honorer K1 Diminta Hati-hati

Jadi CPNS, 14 Honorer K1 Diminta Hati-hati

397

BALAIKOTA-Ada 14 tenaga honorer kategori satu (K1) di Pemkot Solo, menerima surat keputusan (SK) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Senin (4/2).

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy) yang memberikan SK itu, minta belasan CPNS itu hati-hati, jangan sampai terjerat masalah hukum. Pasalnya, ada PNS yang tidak bisa menerima SK pensiun gara-gara terjerat hukum.

Penerima SK CPNS tersebut adalah, tenaga honorer di Dinas Pengelola Pasar (DKP) tiga orang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbubpar) satu orang, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) lima orang dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) lima orang.

”Penerima SK CPNS ini merupakan formasi 2012 dan baru diangkat menjadi CPNS tahun ini,” ujar Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy), kemarin.

Rudy menegaskan, pemberian SK itu, tak ada pungutan apapun. Dia minta para CPNS baru patuh pada aturan. Menurutnya, pemberian SK itu, barui pertama kali di eks Karesidenan Surakarta pada 2013 ini.

Sebaliknya, ada PNS yang tidak bisa menerima SK pension, akibat terjerat kasus hukum. Munculnya kasus seperti itu, sambung Rudy, agar dijadikan pelajaran bagi PNS dan CPNS untuk mematuhi aturan. ”Ke-14 CPNS ini golongannya bervariasi. Ada yang IIIA, IIA, IA dan IC,” katanya.

Sedangkan PNS di Pemkot Solo yang pensiun sekitar 350-400 orang/tahun. Padahal, moratorium perekrutan CPNS sudah diberlakukan selama dua tahun. ”Pesan saya hati-hati. Boleh takut, tidak boleh,” ujarnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Solo, Etty Retnowati, menambahkan, honorer K1 di Pemkot Solo sudah habis. Kini tinggal K2 yang masih menunggu payung hukum untuk diproses jadi CPNS. Pertengahan tahun, dimugkinkan akan dilakukan tes. ”PP 48 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Jadi CPNS, akan digaji dari APBD dan APBN dan K1 ini sudah memenuhi syarat,” ucapnya. Muhammad Ismail

BAGIKAN