JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Jalan Boyolali-Kartasura Tergenang

Jalan Boyolali-Kartasura Tergenang

358
TERGENANG AIR- Kondisi jalan raya Boyolali-Kartasura, tepatnya di depan jembatan timbang, Kecamatan Banyudono, seringkali tergenang karena luapan air. Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI –Jalan raya Boyolali-Kartasura, tepatnya di depan jembatan timbang, Kecamatan Banyudono seringkali tergenang saat hujan deras. Diduga, genangan tersebut disebabkan air yang meluap lantaran penyempitan drainase.

Santosa (25), pengguna jalan mengatakan bahwa air meluap dan menggenang jalan karena selokan yang berada di sisi utara tidak muat menampung luapan air ketika hujan. Akibatnya air pun luber dan menggenangi jalan. Kondisi ini berbahaya bagi pengguna jalan, mengingat jalur tersebut merupakan jalur cepat sehingga rawan kecelakaan. “Ya terpaksa harus pelan-pelan, susahnya ketika pelan kemudian ada mobil yang kencang, airnya nyiprat kena di badan,” tutur Santosa, kemarin.

Keluhan tersebut muncul lantaran genangan selalu terjadi di ruas jalan tersebut. Menurut Ari (27), warga Kartasura, genangan semakin parah lantaran banyak sekali sampah yang menyumbat selokan. Kondisi drainase yang sempit ditambah tumpukan sampah, membuat genangan air semakin parah terutama saat hujan sangat deras. Ironisnya, genangan air ini terjadi setelah jalan raya tersebut dilebarkan. Menurut dia, pengendara mobil tidak terlalu menjadi masalah ketika terjadi genangan. Namun bagi pengendara sepeda motor cukup menyusahkan.

“Padahal dulu sebelum diperlebar tidak pernah tergenang, tetapi setelah saluran air di permanen malah banjir terus kalau hujan deras,” kata dia.

Terpisah, Bupati Boyolali Seno Samodro menyatakan pihaknya segera memerintahkan dinas terkait untuk memeriksa keluhan masyarakat tersebut. Menurutnya memang ada penyempitan gorong-gorong. “Sudah kami perintahkan dinas terkait untuk mengatasinya,” ungkap Bupati.

Sementara itu menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPU dan ESDM) Boyolali, Cipto Budoyo, menyatakan jalan tersebut merupakan jalan nasional. Sehingga secara kewenangan, menurut dia ada di pemerintah pusat. “Itu milik pusat, kabupaten tidak punya kewenangan jalan itu, tapi nanti akan kami koordinasikan,” imbuh dia. Ario Bhawono

BAGIKAN