Jalan Penghubung Ambles, 400 Jiwa Terancam Terisolir

Jalan Penghubung Ambles, 400 Jiwa Terancam Terisolir

316
AMBLES – Warga melintas di jalan Dukuh Carat Desa Terasan, Juwiring yang ambles, Rabu (6/1). Akibat amblesnya jalan tersebut warga Dukuh Carat terancam terisolir. Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Jalan penghubung di Dukuh Carat, Terasan, Juwiring ambles. Selain membahayakan pengendara, amblasnya jalan tersebut membuat 400-an jiwa penduduk desa setempat terancam terisolir.

Sekdes Desa Terasan, Riyadi, mengatakan jalan tersebut amblas sejak tiga minggu yang lalu. Menurutnya, tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Desa Terasan mengakibatkan kondisi jalan makin amblas dan sulit untuk digunakan warga. “Amblasnya sudah tiga minggu ini. Bila tidak segera diperbaiki, jalan akan semakin amblas dan tidak bisa dilalui,” ujar Riyadi, Rabu (6/2).

Sebenarnya, imbuh Riyadi, warga telah melakukan perbaikan secara swadaya dengan melakukan pengurukan. Hanya saja, hal tersebut tidak bertahan lama. Pasir dan batu yang digunakan untuk menguruk ikut amblas membentuk cekungan di tengah jalan. “Kalau tidak hati-hati, pengendara sepeda motor bisa terjatuh,” tambah Riyadi.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Untuk sementara, warga menambal lubangan jalan sepanjang 25 meter tersebut dengan menggunakan bambu. Warga berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan terhadap jalan tersebut. Pasalnya, bila jalan tersebut tidak segera diperbaiki, sedikitnya 400 jiwa penduduk Dukuh Carat, desa setempat bakal terisolasi. “Kami sudah melaporkan hal tersebut ke pemerintah kecamatan. Kami berharap, ini segera diperbaiki,” kata Riyadi.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Lebih Lanjut Riyadi menjelaskan jalan rusak tersebut merupakan satu-satunya penghubung warga Dukuh Carat dengan dunia luar. Bila sampai terputus dipastikan warga tidak bisa beraktivitas. “Sebagian besar warga berprofesi sebagai petani dan pengumpul besi tua. Jalan ini merupakan akses utama mereka,” pungkas Riyadi.

Salah satu warga, Rahmat, mengatakan amblasnya jalan desa tersebut mengakibatkan mobilitas warga terganggu. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut. “Kalau sampai jalan putus, maka warga akan terisolir. Warga sangat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan,” tukasnya. Angga Purnama

BAGIKAN