JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Jatah Pupuk Berkurang 8.136 Ton

Jatah Pupuk Berkurang 8.136 Ton

362
BAGIKAN
ilustrasi

Meski jatah pupuk berkurang, HET tidak mengalami perubahan. 

WONOGIRI-Jatah pupuk jenis urea dan SP-36 untuk Kabupaten Wonogiri berkurang sekitar 8.136 ton dibanding alokasi tahun lalu. Di sisi lain, petani mulai mengubah pola pemakaian pupuk sehingga penggunaan pupuk organik cenderung meningkat setiap tahun.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Wonogiri, Guruh Santoso mengatakan jatah pupuk urea berkurang sekitar 7.184 ton dan SP-36 berkurang 952 ton. Di sisi lain, alokasi pupuk organik bertambah 842 ton. Namun meski jatah pupuk berkurang, Harga Eceran Tertinggi (HET) tidak mengalami perubahan.

“Selama ini petani selalu banyak menggunakan urea tanpa ukuran. Padahal tanaman juga perlu unsur N (Nitrogen) dan P (Phospat). Pupuk berimbang kini sudah mulai disadari petani. Ditambah dengan pupuk organik maka kondisi tanah yang saat ini sudah rusak karena terlalu banyak pupuk kimia, bisa berangsur pulih,” terang Guruh, Jumat (1/2).

Menurutnya, tanah sehat berarti tanaman juga sehat dan menjadi lebih tahan hama. Jika penggunaan pupuk kimia terus berlebih, tanah pun rusak dan hasil panen tidak maksimal serta rentan hama penyakit.

Terkait pupuk organik, katanya, memang belum secara signifikan digunakan petani. Di Wonogiri, baru Kecamatan Jatisrono yang mulai rutin menggunakan pupuk organik. Itu pun hanya di lahan seluas 20 hektare. Sedangkan di wilayah lain tersebar di beberapa kecamatan dengan luas yang masih minim.

“Tapi secara umum setiap tahun naik. Turunnya alokasi pupuk tadi juga disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, bagaimana penyerapan pupuk di tahun lalu. Meski begitu alokasi ini masih mencukupi,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Sumardjono melalui Kabid Perdagangan, Joko Pramono mengatakan, dari alokasi total 71.435 ton pupuk di tahun 2012 terserap sebanyak 63.588 ton.

“Penyerapan pupuk urea 78,75 persen, untuk SP-36 penyerapannya 87,44 persen. Untuk pupuk organik malah melebihi alokasi, yakni 157,23 persen. ZA juga, 150,16 persen. Dan untuk NPK terserap 88,8 persen,” terang dia. Eko Sudarsono