Jembatan Hanyut, Akses Warga Terputus Total

Jembatan Hanyut, Akses Warga Terputus Total

252
Jembatan penghubung antardesa di Dukuh Bugel, Desa Tangkil, Kecamatan Sragen terputus total setelah diterjang luapan air sungai, Minggu (17/2) malam sekira pukul 22.30 WIB.
Jembatan penghubung antardesa di Dukuh Bugel, Desa Tangkil, Kecamatan Sragen terputus total setelah diterjang luapan air sungai, Minggu (17/2) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

SRAGEN—Jembatan penghubung antardesa di Dukuh Bugel, Desa Tangkil, Kecamatan Sragen terputus total setelah diterjang luapan air sungai, Minggu (17/2) malam sekira pukul 22.30 WIB. Warga pun mendesak agar pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Pemkab segera turun tangan memperbaiki jembatan yang selama ini menjadi jalur alternatif utama bagi warga Bugel menuju pusat kota, Karangtengah, dan Kecamatan Sidoharjo itu.

Pardi (65), warga Dukuh Bugel RT 2, Desa Tangkil, yang tinggal di sebelah jembatan, mengatakan jembatan sepanjang 8 meter yang terbuat dari bambu itu terputus dan hanyut terbawa arus akibat hujan deras mengguyur sejak petang hingga tengah malam. Terjangan arus sungai juga mengakibatkan tebing dan talut di dua sisi jembatan turut ambrol.

Baca Juga :  Usai Adipura dan Budhipraja, Kabupaten Sragen Raih Penghargaan Inagara

Ketua RT 2 Dukuh Bugel, Sukadi menuturkan karena terputus total, jembatan itu kini tak bisa lagi digunakan. Warga dari Bugel yang ingin menuju Karangtengah dan kota terpaksa harus memutar lewat jalur lain yang berjarak lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.

“Jembatan ini dibangun dari bambu hasil swadaya warga sejak 10 tahun lalu. Setiap rusak warga terpaksa harus urunan untuk memperbaiki sendiri. Tapi tadi malam (kemarin) warga sudah rapat dan menyerahkan sepenuhnya ke desa karena sudah tidak punya dana lagi. Karenanya, kami sangat berharap Bupati bisa menganggarkan karena dulu pernah berjanji akan membangunkan jembatan yang permanen,” terangnya.

Babinsa Tangkil, Koptu Supar yang kemarin turut mengecek kondisi jembatan mengaku sudah mendata dan melaporkan musibah tersebut ke atasan dan pihak desa. Sementara, Kades Tangkil, Suwondo tidak menampik sudah beberapa kali mengajukan proposal perbaikan ke Pemkab, namun belum jua ada realisasi. Karena sekarang sudah putus total, pihaknya pun berharap Pemkab bisa memprioritaskan anggaran.

Baca Juga :  Kata Bupati Soal Kasus Dua Kasie Disperindag Sragen Duel Hingga Masuk RSUD

Terpisah, Kepala DPU, Zubaidi mengatakan sudah menerima laporan. Untuk realisasi anggaran di APBD 2013 kemungkinan agak sulit karena keterbatasan anggaran. Namun, pihaknya berjanji akan tetap mengupayakan pengajuan agar bisa mendapat anggaran pada APBD Perubahan 2013 atau penetapan APBD 2014. “Nanti dilihat dulu perubahannya bulan apa. Kalau mepet tahun kendalanya pada cuaca. Tapi tetap kami ajukan dulu,” tegasnya. Wardoyo

BAGIKAN