Jual Beli Kamar Rusunawa Juga Marak di Semanggi

Jual Beli Kamar Rusunawa Juga Marak di Semanggi

766
Rusunawa Kerkop, Jebres, Solo

PASAR KLIWON-Praktik jual beli kamar rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), tidak hanya terjadi di Rusunawa Jurug. Praktik serupa juga muncul di Rusunawa Semanggi, Pasar Kliwon.

Dari penelusuran Joglosemar di Rusunawa Semanggi, Jumat (15/2), sejumlah penghuni membenarkan adanya praktik terlarang itu. Bahkan transaksi sudah marak sejak dua tahun lalu. Seperti diketahui, kamar Rusunawa terlarang untuk diperjualbelikan. Rusunawa hanya boleh dihuni warga ber-KTP Solo dengan penghasilan rendah.

”Memang di sini banyak sekali transaksi jual beli kamar dengan sistem bawah tangan. DPU tidak mengetahui praktik itu. Jumlahya sekitar 20-an kamar dari total 192 kamar di dua blok,”ujar seorang penghuni Rusunwam yang enggan disebut namanya, kemarin.

Harga kamar Rusunawa yang dijual oknum penghuni sebelumnya, juga nyaris sama dengan yang terjadi di Rusunawa Jurug. Yakni berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Menurutnya, praktik tersebut memang leluasa dilakukan, karena tidak ada pengecekan secara detail dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo.

Baca Juga :  Gapensi Bantu Rp 200 Juta untuk Rumah Tak Layak Huni di Solo

”Yang jelas karena harga sewa per bulan sangat murah yakni antara Rp 150.000-180.000 termasuk air dan listrik. Pengecekan dari DPU tidak terlalu ketat, hanya listrik dan air. Mungkin DPU cukup tahu penyewa sudah bayar saja, tanpa kroscek kebenaran data penghuninya,” ujar pria berkaca mata itu.

Sementara itu, kepala DPU Kota Solo, Agus Djoko Witiarso, ketika dihubungi Joglosemar, mengaku sudah mendengar isu praktik jual beli kamar Rusunawa tersebut. Agus mengaku belum berani mengambil langkah kongkrit, karena belum mendapatkan bukti resmi.

Baca Juga :  Sudirman Said Mulai Dekati Masyarakat Solo, Ada Apa Ya ?

”Masalahnya bukti (jual beli kamar Rusunawa) belum ada. Namun UPTD Rumah Sewa untuk mencari bukti. Kalau tidak ada bukti kita kesulitan, kalau terbukti sudah tidak ada ampun lagi,” ujarnya.

Ditanya buruknya manajemen kontrol penghuni Rusunawa, Agus membantah keras. Menurutnya, selama ini pihaknya serta UPTD Rumah Sewa selalu mengirim petugas untuk mendata penghuni yang menempati Rusunawa tersebut.

”Yang menempati kamar tidak sesuai dengan pemohon, sudah dilakukan teguran dan sudah ada yang ada dikeluarkan. Kalau ada sinyalemen seperti itu segera sampaikan ke kami. Namun harus disertai bukti yang kuat,” imbuh dia. Dia juga mengingatkan, jika ada oknum petugas UPTD Rumah Sewa yang terlibat dalam praktik jual beli, akan ditindak tegas.

Ronald Seger Prabowo

BAGIKAN