JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Kades Menyeleweng, Warga Datangi Inspektorat

Kades Menyeleweng, Warga Datangi Inspektorat

245
BAGIKAN

KARANGANYAR-Sejumlah warga Gedongan, Colomadu mendatangi kantor Inspektorat Daerah Karanganyar di kompleks perkantoran Cangakan, Sabtu (2/2). Warga yang tergabung dalam Paguyuban Peduli Desa Gedongan bermaksud untuk meminta hasil dari tindak lanjut atas pengawasan terhadap dugaan penyelewengan dana kas desa oleh Kepala Desa Gedongan, Tri Wiyono.

Seorang Warga Eko Krishatoro

Salah seorang warga, Eko Krishantoro, menjelaskan pihaknya ingin menagih janji dari Inspektorat Karanganyar yang seharusnya memberikan hasil dari pengawasan pada  30 Januari, lalu. “Karena belum juga diserahkan, maka kami saat ini datang untuk menagih hal tersebut,” jelas Eko kepada wartawan, Sabtu (2/2).

Eko menjelaskan pengawasan tersebut sebenarnya sudah yang kedua kalinya. Pada pengawasan pertama yang dilakukan Inspektorat dan diketuai oleh Zainal Arifin tidak ditemukan adanya penyelewengan dana kas desa oleh Tri Wiyono. Karena tidak puas dengan hal tersebut, kemudian dilakukan audiensi pada pertengahan Januari lalu, terus kembali dilakukan pengawasan oleh tim kedua.

“Hasil dari tim pertama itu tidak ditemukan penyelewengan. Maka Pak Tri Wiyono pun mendapatkan rekomendasi dari bupati untuk dapat kembali mencalonkan sebagai Kades pada 21 Februari, mendatang. Ternyata pada hasil tim kedua ada penyimpangan. Berarti tim pertama dari Inspektorat ada main kan,” tegas Eko.

Tri Wiyono diduga memalsukan tanda tangan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Pemalsuan tersebut diduga telah dilakukan sejak Tri Wiyono menjabat sebagai Kades  sejak tahun 2007-2012. “Ini sebenarnya telah kami laporkan ke Polres Karanganyar,” terang Eko.

Atas perbuatan yang dilakukan Tri Wiyono tersebut, Eko memperkirakan desa mengalami kerugian sebanyak Rp 1,2 miliar. Hal tersebut,  menurut Eko, menjurus kepada dugaan korupsi. Eko mengungkapkan Tri Wiyono telah menjual aset desa berupa pipa desa, mengorupsi sejumlah dana Alokasi Dana Desa (ADD), dana kesehatan, dana olahraga, dana APBDes serta dana kompensasi makam. “Selama dia jadi Kades pun tak pernah ada lelang tanah kas desa,” tambahnya.

Namun kedatangan sejumlah warga Gedongan tersebut, tidak berhasil bertemu dengan Inspektorat yang baru, Suprapto. Ketua tim pengawas pertama, Zainal Arifin pun juga tidak berada di tempat saat ditemui.

Sementara itu, Kades Gedongan, Tri Wiyono, membantah seluruh tuduhan tersebut. Menurutnya, selama ini, tanah kas desa selalu disewa kepada petani tebu dengan pemasukan kepada kas desa sekitar Rp 15-20 juta per tahunnya. “Itu diketahui kecamatan. Uangnya pun juga masuk ke kas desa,” ungkapnya.

Muhammad Ikhsan