KAI Bakal Gusur Pedagang di Balapan

KAI Bakal Gusur Pedagang di Balapan

499
Stasiun Balapan Solo

BANJARSARI-PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta, minta dua kios milik pedagang di depan loket penjualan tiket Stasiun Solo Balapan dikosongkan.

Bahkan, pengosongan itu, harus terlaksana sebelum pertengahan Maret 2013 mendatang.Demikian,kata Pejabat Humas, PT KAI Daop VI Yogyakarta, Sri Winarto, saat dihubungi saat dihubungi Joglosemar, Minggu (3/2).

Sri mengatakan, pengosongan kios itu, tujuannya, untuk memaksimalkan fasilitas pelayanan dasar di ruang loket penjualan tiket kereta di Stasiun Balapan. Sehingga, ke depan bisa mengurai antrean calon penumpang.

Baca Juga :  Rotary Club dan Rotaract Club Sukseskan Vaksinasi MR

”Sementara ini, baru tempat tersebut yang harus dikosongkan. Artinya, pedagang yang bersangkutan harus secepatnya pindah ke tempat lainnya. Kami mencatat, ada sedikitnya dua kios di sana. Pemilik kios di lokasi itu sama sekali tidak mempermasalahkan pengosongan lahan yang dilakukan PT KAI,” ujar Sri.

Dengan kebijakan tersebut, Sri melanjutkan, praktis mau tidak mau pemilik kedua kios tersebut harus memindahkan seluruh barang dagangannya ke lokasi lainnya.

PT KAI, lanjut dia, menargetkan minimal paling lambat sebelum pertengahan Maret, depan pintu masuk atau loket penjualan tiket di Stasiun Balapan harus bersih dari Pedagang Kaki Lima (PKL).

Baca Juga :  Pawai Pembangunan Dimulai Pukul 14.30 WIB, Lewati Sepanjang Jalan Slamet Riyadi

Ditanya soal kompensasi bagi pemilik kios tersebut, Sri menegaskan, tidak ada kompensasi apapun yang diberikan kepada mereka. Terkait alternatif lokasi bagi PKL yang akan digusur, Sri kembali menyatakan, bahwa pihak perseroan belum memiliki alternatif lokasi yang dinilai layak bagi pedagang.

“Jadi, sampai saat ini kami belum ada bayangan mau menempatkan mereka di wilayah mana. Karena, kami memang belum terpikirkan untuk itu,” tandas Sri.
Fariz Fardianto

BAGIKAN