JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo KAI Beri Sinyal Jaladara Jalan Malam

KAI Beri Sinyal Jaladara Jalan Malam

379
BAGIKAN
Sepur Kluthuk Jaladara
Sepur Kluthuk Jaladara

BANJARSARI-PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta, masih pikir-pikir untuk mengabulkan operasional kereta uap kuno Jaladara pada malam hari.

Pejabat Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta, Sri Winarto, mengatakan, untuk mendukung rencana itu, PT KAI harus membenahi semua fasilitas Jaladara. Tidak cukup hanya membenahi lokomotif dan gerbong, dan ketel uap saja.

”Tapi, kita akan memasang lampu sorot di bagian samping kiri dan kanan kereta, supaya nantinya bisa dijalankan pada malam hari,” ujarnya, saat dihubungi Joglosemar, Jumat (22/2). Untuk rutenya, mulai dari Stasiun Purwosari(Solo)-Sukoharjo Pergi-Pulang (PP) setiap hari.

Sebelumnya diberitakan Joglosemar, Rabu (20/2), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo menginginkan kereta uap itu jalan pada malam hari. Dishubkominfo sepakat memperpanjang kontrak kerja sama operasional Jaladara selama setahun ke depan. Kereta uap itu akan beroperasi lagi, mulai 2 Maret nanti.

”Dan awal Maret, kita akan mengoperasikan kereta uap kuno kembali untuk menghidupkan ikon transportasi wisata di Kota Solo,” kata Kepala Dishubkominfo, Yosca Herman Soedrajat.

Dia optimistis operasional Jaladara hingga malam hari tersebut, akan mampu melayani pesanan perjalanan wisata yang selama ini melimpah. ”Sementara ini, izin operasionalnya sudah diurus Dishubkominfo,” ujarnya.

Sementara itu, Patrick Orlando, salah satu agen ticketing Jaladara dari Tourism Information Center (TIC) Solo, menyambut baik rencana pengoperasian Jaladara. Pihaknya mulai mencoba menghubungi beberapa pelanggan Jaladara di beberapa kota besar Indonesia, terutama yang bermukim di Jakarta dan sekitarnya.

”Untuk teknis penjualan tiketnya, kita sementara ini masih menunggu sosialisasi dari dinas terkait,” katanya. Sebelum beroperasi Jaladara akan diuji coba pada 27 Februari nanti. ”Jadi, pada 27 Februari, Jaladara akan diuji coba sekaligus menyosialisasikannya kepada masyarakat Solo dan sekitarnya. Mulai 2 Maret, kita sudah bisa menerima order pemesanan tiket Jaladara,” kata Kabid Angkutan Dishubkominfo Solo, Sri Indarjo.

Menurutnya, pembenahan Jaladara memang butuh waktu lama. Salah satu penyebabnya, keberadaan suku cadang atau spare part mulai langka. Di samping itu, seluruh gerbong kereta juga dicat ulang. Dengan adanya berbagai jenis pembenahan itu, dia optimistis, Jaladara bisa dioperasikan kembali pada 2 Maret mendatang. Fariz Fardianto