JOGLOSEMAR.CO Tak Berkategori Kalapas Sragen Ancam Pecat Pegawai Sewakan HP

Kalapas Sragen Ancam Pecat Pegawai Sewakan HP

304
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN-Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Sragen, Azwar menegaskan tidak segan untuk memproses bahkan memecat pegawainya yang terbukti terlibat dalam sindikat peredaran narkoba di LP. Tak hanya kurir, ancaman sanksi itu juga akan diberlakukan bagi pegawai yang kedapatan menyewakan handphone (HP) ke narapidana. Penegasan itu disampaikan Kalapas di sela-sela menerima kunjungan inspeksi dari jajaran Polres Sragen yang dipimpin langsung oleh Kapolres, AKBP Susetio Cahyadi, Sabtu (23/2). Inspeksi digelar menyusul kabar santer terkait indikasi adanya jaringan mafia narkoba yang bersemayam dan melibatkan petugas di dalam LP.

“Saya tidak tahu persis kalau soal penyewaan HP dan kami tidak mungkin mengawasi pegawai satu persatu karena jumlah mereka ada 127. Tapi kalau ada, memang ada, pegawai kita yang menyewakan HP ke dalam napi, akan dikenakan sanksi dan paling berat bisa dipecat,” papar Azwar, di sela-sela mendampingi inspeksi.

Mengenai rumor adanya mafia narkoba yang selama ini dikabarkan subur bersemayam di LP Sragen, Azwar mengaku belum mengetahui persis mengingat baru satu setengah bulan bertugas di Sragen. Namun ia menegaskan salah satu prioritas kepemimpinannya adalah membersihkan LP dari ketidakberesan. Tidak hanya pegawai, narapidana atau siapa pun yang kedapatan terlibat peredaran candu haram akan langsung ditangkap dan dilaporkan ke kepolisian.

“Kita juga sudah buat aturan pengetatan terhadap penitipan barang sampai pagar pembatas saja. Lalu setiap pegawai yang tidak berdinas di blok tidak boleh masuk ke blok tanpa seizin petugas blok,” terangnya.

Ia menyampaikan jumlah napi dan tahanan narkoba di LP Sragen saat ini mencapai 142 orang. Sayangnya, inspeksi kemarin tidak disertai razia ke dalam kamar-kamar tahanan. Selesai bertemu, Kapolres bersama Kalapas lantas meninjau ke dalam blok, namun semua kegiatan mereka steril dari wartawan yang dilarang meliput ke blok.

Sementara, Kapolres AKBP Suseti Cahyadi mengatakan inspeksi kemarin lebih untuk menjalin komunikasi agar pihak Lapas lebih terbuka. Secara khusus, inspeksi juga menelurkan kesepakatan terkait upaya pembinaan dan penyuluhan (Binluh) yang akan dilakukan Polres kepada jajaran pegawai Lapas mulai pekan depan.

Ia juga menegaskan, Polres juga berkomitmen untuk menindaklanjuti proses hukum temuan sipir LP Sragen, Pudi Widodo (39), yang tertangkap menjadi kurir sabu-sabu seberat 3 gram awal pekan lalu. Penangkapan ini juga akan dijadikan titik awal untuk terus mengembangkan dan mengusut indikasi peredaran narkoba di Sragen. “Kami juga sudah lapor ke BNK Polda dan BNN. Apalagi selama saya berdinas di sini, sudah ada dua sipir yang tertangkap,” tandasnya.

Wardoyo