JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Kapolres: Oknum Pemeras Bakal Ditindak Tegas

Kapolres: Oknum Pemeras Bakal Ditindak Tegas

419
Ilustrasi

KARANGANYAR—Munculnya oknum-oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gudang cadangan pangan milik Pemkab ditanggapi serius Polres Karanganyar. Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo mengaku bakal menindak tegas oknum-oknum tersebut yang diduga melakukan pemerasan terhadap para saksi kasus itu.

“Kami memang sudah mendengar hal tersebut (pemerasan). Jika memang demikian akan kami tindak tegas,” kata Adji, Kamis (14/2).

Tapi sejauh ini pihaknya belum mendapat laporan dari saksi terkait adanya pemerasan oleh oknum yang mengaku sebagai anggota polisi tersebut. Sehingga pihak kepolisian tidak akan gegabah dalam bertindak. “Jadi memang harus ada laporan resmi dulu, kalau telah terjadi pemerasan via telepon. Baru itu bisa dijadikan alat untuk melacak keberadaan oknum tersebut,” jelas Adji.

Menurut Adji, tindakan pemerasan yang mengatasnamakan instansinya tersebut tidak hanya terjadi di kasus dugaan korupsi gudang cadangan pangan. Namun juga terjadi di sejumlah kasus, di mana juga terdapat sejumlah pejabat diperas oleh oknum melalui telepon seluler. “Kami imbau agar masyarakat jangan langsung percaya dengan oknum-oknum yang mengaku dapat menyelesaikan permasalahan hukum dengan imbalan minta ditransfer uang. Karena hal itu merupakan penipuan ataupun pemerasan,” terang.

Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Fadli juga menyesalkan adanya oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang coba memanfaatkan perkembangan dari kasus dugaan korupsi gudang cadangan pangan. “Jadi ada pihak yang coba memancing di air keruh. Dengan mengaku sebagai saya, oknum itu coba menghubungi sejumlah pihak termasuk Kepala KKP (Kantor Ketahanan Pangan), lalu meminta sejumlah uang,” ungkapnya.

Diakui Fadli, masalah ini tentu sangat meresahkan sebab besaran uang yang diminta oleh oknum pemeras tersebut tidak kecil, yakni mencapai Rp 50 juta. “Jadi saya tegaskan itu tidak benar dan kami tidak pernah meminta sejumlah uang seperti itu. Nomor telepon seluler saya hanya satu,” terang Fadli.

Muhammad Ikhsan

BAGIKAN