JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hukum & Kriminal Kapolres Tunggu Keputusan Polda

Kapolres Tunggu Keputusan Polda

302
BAGIKAN
DIANIAYA-Susanto (30), sejak Rabu (6/2) sore hingga Kamis (7/2) dirawat di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri setelah dianiaya oknum Polisi, Senin (4/2). Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI-Kapolres Wonogiri AKBP Tanti Septiyani menyatakan masih menunggu keputusan dari Polda Jateng terkait empat anggotanya yang menjadi tersangka penganiayaan terhadap Susanto (30), pengamen yang dituduh mencuri burung. Ia pun menolak berkomentar terhadap ancaman pencopotan dirinya oleh Kapolda Jateng.

“Saya tidak akan komentar kalau ditanya seperti itu. Kalau saya jawab kesannya saya malah ada ribut dengan Kapolda. Kalau ingin konfirmasi ya ke Polda langsung,” ujar Tanti saat dihubungi Joglosemar, Minggu (10/2).

Menurutnya yang terpenting ialah menjalankan tugasnya sebagai Kapolres yakni mengurusi korban pemukulan itu. “Termasuk bagaimana pengobatannya dan pembiayaannya,” tegasnya.

Ia menegaskan saat ini kasus tetap berjalan dan masih di proses di Polda Jateng. “Saat ini masih menunggu hasil dari Polda. Kami sendiri juga terus menunggu hingga ada keputusan dari Polda,” imbuh Tanti.

Sementara itu Kapolres Sukoharjo AKBP Ade Sapari menegaskan empat anggotanya hanya berstatus sebagai saksi dalam kasus penganiayaan terhadap pengamen, Susanto (30), yang dituduh mencuri burung. “Tidak ada anggota kami yang melakukan penganiayaan. Memang ada empat anggota kami yang dimintai keterangan di Polda Jateng. Namun mereka hanya sebatas saksi, bukan tersangka,” kata Ade.

Dikatakan Ade, keempat anggota itu di sana untuk dimintai konfirmasi soal keberadaan mereka di wilayah Wonogiri. Ia memaparkan empat penyidik itu ke Wonogiri berkaitan dengan tertangkapnya tersangka pencuri burung. “Ternyata berdasarkan penyelidikan, tidak ada kaitannya tersangka di Wonogiri dengan Sukoharjo,” ujar dia.

Ia pun memastikan penyidik dari Satreskrim Sukoharjo sudah melakukan tugasnya sesuai dengan aturan. Kalaupun ada penyimpangan atau melanggar aturan, pihaknya melalui Propam akan menindaknya. “Kalau memang mereka salah, kita akan menindaknya sendiri,” katanya lagi.

Disinggung mengenai kemungkinan dirinya dicopot, petinggi di Polres Sukoharjo itu menilai hal itu tidak semestinya dilakukan. “Itu keliru. Itu salah. Toh, tidak ada yang ditahan. Yang pasti, pengusutan akan terus dilakukan,” katanya.

Jika diminta memberikan keterangan, dirinya pun siap untuk ke Polda Jateng. “Kalau memang diminta, saya siap,” ujar dia dengan tegas.

Hingga Minggu (10/2) sore, empat penyidik dari Satreskrim Polres Sukoharjo yang diperiksa Propam Polda Jateng masih berstatus saksi. Hal ini dikuatkan dengan masih bertugasnya empat penyidik itu di Satreskrim. “Penyidik kami masih berstatus saksi. Setelah dimintai keterangan, pihak Polda mengizinkan mereka kembali ke satuan Reskrim tempat mereka bertugas,” kata Kasatreskrim Sukoharjo, AKP Andis Arfan Tofani mewakili Kapolres.

Dia menjelaskan, empat penyidik ke Wonogiri untuk melakukan konfrontir dengan tersangka pencuri burung di sana. Satreskrim mendapatkan laporan pencurian tujuh pasang Love Bird dengan kerugian mencapai Rp 30 juta. “Penyidik ke sana untuk konfrontir. Setelah mendapatkan keterangan, akhirnya kembali ke kantor,” ujarnya. Eko Sudarsono | Murniati