JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Kasus Raffi, Gerbang Ungkap Mafia Chatonine di Indonesia

Kasus Raffi, Gerbang Ungkap Mafia Chatonine di Indonesia

332
BAGIKAN
Raffi Ahmad

Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak akan pernah menyangka akan berhadapan dengan zat baru yang selama ini di luar catatan Undang-undang 35/2009 tentang Narkotika. Derivat Cathinone (katinon) atau Methylon (metilon). Kasus Raffi, membuka peredaran narkotika yang selama ini luput dari pantauan penyidik BNN.

“Selama ini penyidik fokus pada barang yang ada, tapi ternyata beredar pula barang ini. Dari pengungkapan ini ada hikmahnya. Karena kalau tidak ada kita fokus pada lima jenis yang beredar saja,” ujar Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Benny J Mamoto.

Raffi Ahmad bersama enam orang rekannya dinyatakan positif menggunakan senyawa metilon dalam sebuah pesta narkotika, Minggu (27/1/2013) sekitar pukul 05.00 WIB pagi, di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Meski para tersangka tertangkap tangan dan hasil tes urine menyatakan 7 orang positif mengkonsumsi metilon, penyidik sendiri mau tidak mau harus melalui jalan panjang guna menetapkan tersangka dalam kasus ini, salah satunya mendatangkan ahli kimia farmasi Kombes Mufti Djusnir, yang pernah menjadi saksi ahli dalam penyelundupan ekstasi 1995 lalu, dimana ekstasi belum memiliki landasan hukum untuk maju ke meja hijau.

“Kami semata-mata ingin profesional,” jelas Benny.

Setelah 5×24 jam, terhitung dari tanggal penangkapan, Raffi Cs ditingkatkan statusnya menjadi tersangka. Upaya penyelidikan ditingkatkan menjadi penyidikan guna menguak asal muasal sumber barang haram. Berdasar catatan resmi di situs DEA, Metilon yang memiliki molekul dasar dari tanaman Khat banyak bersumber di kawasan timur Afrika dan Timur Tengah. Tanaman ini masuk ke Indonesia melalui para imigran.

Atas kasus yang menimpa mantan kekasih artis Yuni Shara itu, penyidik BNN menerapkan pasal berlapis, yaitu Pasal 111 ayat 1, 112 ayat 1, 132, 133 junto pasal 127 Undang-undang No 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara minimal 4 atau maksimal 12 tahun.

“Selanjutnya terhadap tersangka R telah dibuatkan surat perintah penahanan selama 20 hari terhitung hari, Jumat 1 Februari 2013, dan ditahan di Rutan BNN, karena terbukti memiliki 14 butir metilon dan 2 linting ganja,” jelas Kepala Humas BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto, di tempat sama.

Pasal tersebut menegaskan bila Raffi diduga memiliki, menguasai, serta menyalahgunakan zat yang memabukan. Berbeda dengan enam orang lainnya, penyidik menetapkan keenamnya menjalani rehabilitasi di Lido, Kabupaten Bogor. Sementara sang sopir yang diketahui bernama Umar tidak dilakukan penahanan karena ada jaminan dari pihak keluarga, dia dijerat pasal 131 UU 35/2009 karena dianggap mengetahui adanya praktik penyalahgunaan narkotika.

Sumirat juga menyatakan, kasus Raffi tidak akan berhenti begitu saja sampai dengan penetapan tersangka, pihaknya masih mengejar keterangan lain dari enam teman Raffi yang positif mengkonsumsi ekstasi.

“Kita akan telusuri MDMA ini dari mana, siapa yang memasok, didapat dimana, dipakai dimana. Proses masih panjang. Kita masih mengembangkan kasus ini, mohon bersabar,” jelasnya.

detik.com