Kasus Skandal Century, KPK Kejar Sri Mulyani ke AS

Kasus Skandal Century, KPK Kejar Sri Mulyani ke AS

317

bank centuryJAKARTA-Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad memastikan lembaganya segera memeriksa mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam kasus skandal Bank Century.

“Kami sudah jadwalkan dan sudah mulai atur pemeriksaan pada saksi-saksi termasuk Sri Mulyani sudah ditandatangani,” kata Abraham, dalam rapat dengan tim pengawas Century di Senayan, Rabu (27/2).

Menurut Abraham, saat ini surat pemeriksaan untuk Sri Mulyani sudah ditandatangani oleh pimpinan KPK. Direktur penindakan pun sudah mengirimkan surat pemeriksaan itu. Rencananya pemeriksaan akan dilakukan di Washington DC, tempat Sri Mulyani berkantor sebagai direktur eksekutif Bank Dunia.

Selain memeriksa Sri Mulyani, KPK juga berencana memeriksa sejumlah saksi lainnya yang dinilai mengetahui proses pengucuran dana Century senilai Rp 6,7 triliun itu.

Wakil Ketua KPK, Zulkarnaen menambahkan pemeriksaan akan dilakukan di beberapa tempat seperti Tokyo dan Singapura. Namun dia belum bisa menyatakan siapa-siapa saja yang akan diperiksa. “Belum bisa saya sampaikan,” katanya sebagaimana dikutip Tempo.co.

Saat ini KPK sudah memeriksa dan meminta keterangan dari 14 orang saksi. Selanjutnya KPK akan melakukan pendalaman dokumen hasil penyelidikan. Bahkan Komisi Antirasuah sudah merencanakan penyitaan sejumlah dokumen.

Baca Juga :  Begini Jadinya Jika Walikota dan Rio Haryanto Ikut Kelas Inspirasi Solo Mengajar

Menurut Zulkarnaen selain memeriksa saksi, KPK juga akan meminta keterangan tambahan dari sejumlah ahli. Keterangan ini akan dilanjutkan pemeriksaan dua tersangka yang sudah ditetapkan KPK terlibat dalam kasus Century yaitu Budi Mulya dan Siti Chalimah Fadjrijah.

KPK juga mengirimkan tim untuk memeriksa saksi di Jepang. “Selain Bu Sri Mulyani, juga ke Tokyo tapi saya lupa itu (yang diperiksa di jepang-red),” ujar Abraham.

Apa yang dilakukan KPK itu, lanjut Abraham untuk mempercepat proses penuntasan kasus Century. Untuk masalah dana operasional pemeriksaan saksi di luar negeri, Abraham mengatakan KPK tak ada masalah untuk itu.

Sementara itu, di sisi lain, Timwas Century DPR RI akan mengklarifikasi mengenai kabar kepemilikan data mengenai aliran dana Century kepada Anas Urbaningrum. Timwas sepakat membentuk tim kecil untuk dikirim ke rumah Anas.

Baca Juga :  Kedok Bandar Pil Koplo Asal Sragen Ini Terbongkar Gara-gara Kecelakaan di Jalan Raya Sukowati

Kesepakatan ini tercapai usai rapat internal Timwas Century dengan KPK di Gedung DPR, Senayan. Tim kecil ini terdiri dari 9 orang yang mewakili masing-masing fraksi dan dipimpin oleh Fahri Hamzah.

Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan menuturkan, tim ini nantinya akan menyambangi rumah Anas untuk melakukan klarifikasi kabar bahwa eks Ketum PD itu memiliki data mengenai aliran dana Century. Jika kabar itu dibenarkan, maka Timwas Century akan memanggil Anas. “Intinya yang kita inginkan data soal aliran dana Century,” ujarnya.

Taufik mengatakan semua fraksi, termasuk Fraksi PD, telah menyepakati pembentukan tim kecil ini. Sehingga proses klarifikasi akan dilakukan sesegera mungkin.

Anggota Timwas Century dari Partai Demokrat, Jafar Hafsah mempertanyakan tujuan rekan-rekannya ke rumah Anas Urbaningrum. Jafar tidak melihat adanya kepentingan Timwas untuk datang ke rumah Anas.

“Kalau kita hanya mau main-main, hanya karena berita-berita, komentar, lalu dipanggil. Ini gimana, tim kita berkredibilitas,” imbuh Jafar.(Detik)

BAGIKAN