Ke Eropa, Pelajar Usung Konsep Sedekah Gunung

Ke Eropa, Pelajar Usung Konsep Sedekah Gunung

469
BERLATIH-Para pelajar Boyolali yang ikut sebagai duta seni ke Eropa, tengah latihan di Kapujanggan Pengging, Kecamatan Banyudono, Senin (25/2). Joglosemar|Ario Bhawono
BERLATIH-Para pelajar Boyolali yang ikut sebagai duta seni ke Eropa, tengah latihan di Kapujanggan Pengging, Kecamatan Banyudono, Senin (25/2). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Pertunjukan seni khas Boyolali yang hendak dibawa tim duta kesenian pelajar ke sejumlah negara di Eropa mulai mengerucut. Mereka akan menampilkan sendra tari yang merangkum berbagai kesenian khas Boyolali dalam konteks sedekah gunung.

Gambaran konsep kesenian yang hendak dipertunjukkan ke Eropa menurut Naniek Irawati, Kasi Kesenian Bahasa dan Film, Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Boyolali terus dimatangkang. Berbagai kesenian khas Boyolali, seperti jaranan atau reog, tayub dari wilayah pelosok Juwangi, tarian Jangkrik Ngenthir, diramu dalam sebuah sendra tari tentang sedekah gunung dengan sentra Gunung Merapi.

“Dari ratusan kesenian yang ada di Boyolali kemudian dikemas menjadi rangkaian sedekah Gunung Merapi,” ungkap dia saat ditemui di Pendhapa Ngeksipurna, Kapujanggan Pengging Banyudono di sela-sela pelatihan pelajar peserta duta seni, Senin (25/2). Rangkaian sendra tari diawali dengan tarian bahana Indonesia, empat orang pelajar menampilkan gerakan-gerakan kain merah putih yang melambangkan bendera Indonesia. Sesaat kemudian muncul penari dengan membawa sapu lidi, yang menggambarkan prosesi bersih-bersih sebelum ritual. Rangkaian tari selanjutnya menggambarkan prosesi sedekah gunung yang menunjukkan permohonan perlindungan kepada Tuhan agar selamat dari bencana erupsi Merapi.

“Lantas dilanjutkan dengan tarian jaranan, permainan Rondho Thektek, serta iringan tayub dan tembang, yang menunjukkan sukacita karena selamat dari bencana,” jelas dia. Akhir pertunjukkan, menurut Naniek, para penari kemudian mengajak penonton untuk menari bersama dengan iringan lagu gambaran Kota Boyolali. Total waktu pertunjukan seni ini, ditegaskan Naniek hanya berdurasi 20 menit. Meski demikian, diakui Naniek belum ada judul untuk pertunjukan seni ini.

Sementara itu menurut Elisabeth Putri (16), salah satu pelajar dari SMAN 2 Boyolali yang terpilih, mengaku sangat senang bisa bergabung dalam tim duta seni ke Eropa ini. Menurutnya, ini menjadi kesempatan sekali seumur hidup untuk menambah pengalaman, terutama di bidang seni. Direncanakan, tim duta seni ini akan berangkat ke Eropa tanggal 23 Juni mendatang. Ario Bhawono

BAGIKAN