JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Kecelakaan Bus Marak, Para Sopir Dikumpulkan

Kecelakaan Bus Marak, Para Sopir Dikumpulkan

675

Sedetik Terlena, Korban Massal Taruhannya…

PENTINGNYA KESELAMATAN– Kasatlantas Polres Sragen AKP Bambang Sumantri saat memberikan pengarahan kepada puluhan kru dan pengemudi bus AKAP-AKDP PO. Harta Sanjaya di Masaran, Rabu (13/2) malam.

Maraknya fenomena kecelakaan bus berpenumpang massal belakangan ini memantik reaksi dari jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen. Guna menekan potensi kecelakaan itu, Satlantas pun berinisiatif mengumpulkan para kru dan awak pengemudi bus yang ada di wilayah Sragen.

Saking atensinya terhadap persoalan itu, waktu malam hari tak menjadi penghalang bagi petugas Satlantas untuk menunaikan tugas memberikan sosialisasi dan pengarahan. Ya, Rabu (13/2) malam kemarin, tiga personel Satlantas dipimpin Kasatlantas AKP Bambang Sumantri, Iptu Mujiman didampingi personel dari Dinas Perhubungan, terjun langsung ke markas bus AKAP-AKDP milik PO Harta Sanjaya di Masaran. Tak kurang dari 50 personel yang mengawaki bus-bus milik PO Harta Sanjaya, turut hadir dalam sosialisasi tersebut.

“Sengaja kami pilih waktu malam hari karena menyesuaikan dengan waktu luang dari para sopir dan kru bus yang baru longgar pada malam hari. Kalau kami menyesuaikan mereka saja,” ujar Kasatlantas AKP Bambang mewakili Kapolres AKBP Susetio Cahyadi.

Sesi pertama dibuka dengan pengarahan tentang pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Menurut Bambang, mayoritas perilaku bus-bus AKAP maupun AKDP masih sering nekat mencuri-curi kesempatan untuk melanggar rambu. Mulai dari menaikturunkan penumpang di luar halte, menerobos lampu merah, melanggar marka, hingga memacu kecepatan di luar ketentuan. Termasuk bus pariwisata yang selama ini juga nekat ugal-ugalan di jalur kota.

“Padahal, menjadi sopir bus itu bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan penumpangnya. Maka dari itu, penting menaati rambu-rambu dan jangan memikirkan diri sendiri. Sedetik terlena, banyak nyawa taruhannya. Dan sudah banyak kejadiannya,” urai AKP Bambang.

Ia pun mengingatkan pengemudi dan awak bus yang lalai atau sengaja mengakibatkan kecelakaan juga terancam hukuman pidana hingga 15 tahun dan denda 20 juta. Ditambahkan, sosialisasi ini merupakan upaya untuk mengingatkan sekaligus menanamkan pemahaman kepada kru dan awak bus untuk lebih menyadari pentingnya keselamatan di jalan raya.

Mayoritas krus dan awak bus menyabut baik sosialisasi tersebut. Bahkan, tak sedikit yang antusias menyampaikan saran serta pertanyaan kepada aparat. Salah satunya yang menginginkan agar upaya penindakan atau tilang tidak tebang pilih, serta aparat konsisten terhadap penegakan aturan.

Wardoyo

 

BAGIKAN