JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Kedok Djoko Susilo Kian Terkuak, KPK Geledah PT PGU Kudus

Kedok Djoko Susilo Kian Terkuak, KPK Geledah PT PGU Kudus

363

JAKARTA –  Pengusutan kasus Simulator SIM  dan tindak pencucian uang yang menyeret tersangka Irjen Djoko Susilo terus berlanjut. Setelah menyita enam rumah Djoko Susilo di Solo, Jogja dan Semarang, Jumat (15/2) kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah PT Pura Gedung Utama di Kudus.

“Hari ini (kemarin-Red) digelar penggeledahan di Kudus, Jawa Tengah terkait Simulator SIM,” ujar Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha,  Jumat (15/2).

Belum diketahui secara persis hasil penggeledahan oleh lembaga antikorupsi tersebut. Pasalnya,  hingga berita ini ditulis, proses penggeledahan masih berlangsung.  Rombongan KPK yang berjumlah sekitar 10 personel itu  datang ke kantor Head Office PT Pura Gedung Utama (Pura Group)  yang berada di Jalan Agil Kusumadiya sekitar pukul 08.20 WIB. Begitu datang, petugas KPK langsung masuk ke dalam kantor.

Dikatakan Priharsa Nugraha, tim penyidik KPK memiliki kecurigaan, PT Pura Graha Utama  memiliki kaitan dengan praktik dugaan korupsi Simulator SIM. Pemeriksaan oleh petugas KPK tersebut tertutup bagi media. Namun  dari luar pagar terlihat sejumlah penyidik KPK hilir mudik keluar masuk kantor dengan membawa berkas-berkas.

Sebagaimana dikutip Sindonews, juru bicara PT Pura Gedung Utama,  Hamidin membenarkan adanya penyidik KPK yang datang ke perusahaan tersebut.  Para penyidik KPK tersebut dilengkapi dengan surat penetapan pengadilan dan surat penggeledahan. Sebagai institusi yang taat terhadap hukum, manajemen PT Pura pun mempersilakan dan membantu para petugas tersebut.

“Penyidik KPK memang tanpa pemberitahuan, namun sebagai institusi taat hukum, tentunya kami menghormati dan menyambut baik kedatangan mereka,” kata Hamidin, di Kudus.

Menurut Hamidin, kedatangan KPK ke PT Pura Gedung Utama memang untuk mencari informasi dan data terkait kasus korupsi yang sedang ditangani lembaga antirasuah tersebut. Namun saat disinggung apakah penggeledahan itu terkait kasus Simulator SIM yang melibatkan Djoko Susilo, Hamidin tidak menjawab secara pasti.

Ia menegaskan, PT Pura tidak terlibat dalam pengadaan simulator SIM. Namun diakui, perusahaan itu memang pernah bekerja sama dengan rekanan Mabes Polri untuk pengadaan blangko STNK dan BPKB serta material untuk SIM pada tahun 2008 dan 2009. Namun setelah itu tidak ada lagi kerja sama  terkait dengan proyek yang sama.

“Jadi selama tiga tahun terakhir, kami tidak mengerjakan lagi. Penyidik KPK juga wawancara dengan bagian personalia, bagian keuangan dan pemasaran,” ujarnya.

Sebelum itu, terkait kasus Simulator, KPK juga pernah menggeledah PT Adora di kawasan Tebet. PT Adora diketahui merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang IT termasuk di dalamnya tentang sistem, aplikasi dan security. Bidang itu memang terkait erat dengan alat simulator SIM.

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan empat  tersangka, yakni Irjen Djoko Susilo, Brigjen Didik Purnomo, Pengusaha Budi Susanto, dan Sukotjo Bambang. Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek simulator SIM di Korlantas yang total nilai proyeknya mencapai Rp 196,87 miliar.

Sementara itu, terkait pernikahan sang Jenderal dengan mantan putri Solo 2008, Dipta Anindita, Mabes Polri menyatakan, pihaknya menunggu pengaduan dari istri tua Djoko Susilo. Bila sudah muncul aduan tersebut, Polri siap menindaklanjutinya.

“Kalau ada laporan, akan kita tindaklanjuti,” kata Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri, Komjen Fajar Prihantoro, Jumat (15/2).

Artinya, menurut Fajar,  pihak pengawas akan mengacu dari laporan istri Djoko Susilo untuk memasuki perkara pernikahan mantan Kepala Korlantas dengan Dipta, mantan Putri Solo tersebut.  “Setiap ada laporan harus kita tindak lanjuti,” jelasnya.

Menurut Fajar, pernikahan setiap personel kepolisian sudah diatur di dalam Peraturan Kapolri (Perkap). Namun Fajar tidak menyebut peraturan yang dimaksudnya itu. “Ada Perkapnya, harus ada persyaratan izinnya. Tapi kan dari istri tertua belum melapor,” terangnya.

Meski nanti ada aduan terkait pernikahan Irjen Djoko dengan Dipta, Irwasum tidak serta merta dapat memanggil Djoko. Hal itu dikarenakan perkara korupsi yang melilit mantan Gubernur Akpol itu masih ditangani KPK.

“Sementara itu jalan apabila ada laporan, dipanggil dulu saksi-saksinya yang lain. Kalau ininya (Irjen Djoko) nanti,” kata Fajar. ***

Detik | Okezone

BAGIKAN