Kekayaan Negara Cuma Rp 2,1 Juta

Kekayaan Negara Cuma Rp 2,1 Juta

559

Secara keuangan negara Zimbabwe lumpuh. Uang yang tersisa di kas pemerintah negara itu tinggal 217 dolar AS (atau Rp 2,1 juta), demikian pengumuman Menteri Keuangan, Tendai Biti, yang kebingungan.

Jumlah uang yang sangat kecil itu segera menimbulkan keraguan terkait klaim pemulihan ekonomi yang lambat dan memunculkan pertanyaan soal nasib negara penghasil berlian itu yang menurut sejumlah pejabat, tahun lalu penjualan berlian hampir mencapai 685 juta dolar AS.

“Minggu lalu ketika kami membayar gaji pegawai negeri ada 217 dolar (yang tersisa) di kas pemerintah,” kata Tendai Biti , seperti dilansir Kompas.com dari The Guardian, Jumat (1/2). “Keuangan pemerintah lumpuh saat ini. Kami gagal memenuhi target kami.”

Lembaga Pemilihan Zimbabwe telah mengatakan bahwa lembaga itu membutuhkan dana 104 juta dolar AS untuk menyelenggarakan Pemilu tahun ini. Namun Biti mengatakan, “Pemerintah tidak memiliki uang untuk Pemilu … Kami akan mendekati masyarakat internasional untuk membantu kami dalam hal ini, tetapi penting bahwa pemerintah juga harus melakukan sesuatu.”

Perekonomian Zimbabwe meningkat pesat setelah kemerdekaan tahun 1980 tetapi terpukul tahun 1997 ketika Presiden, Robert Mugabe, menyerah pada tekanan para veteran perang yang melancarkan protes dengan kekerasan untuk mendapat pensiun. Dari tahun 2000 penyitaan lahan pertanian milik orang kulit putih telah menyebabkan kekacauan di sektor pertanian dan ekonomi negara itu menyusut hingga setengahnya.  Tri Hatmodjo

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR