JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Kena Proyek Parapet, Warga Dua RT Bongkar Rumah

Kena Proyek Parapet, Warga Dua RT Bongkar Rumah

404
BAGIKAN
DIRELOKASI – Warga beraktifitas didekat rumah yang terkena proyek pembangunan parafet di Pucang Sawit, Solo, Selasa (12/2). Warga di RT 2 RW 9 dan RT 2 RW 9 Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, yang terkena program relokasi bantaran Bengawan Solo, mulai membongkar rumahnya, sejak seminggu terakhir. Joglosemar/Abdullah Azzam

JEBRES-Warga dua RT di RW IX Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, yang terkena program relokasi bantaran Bengawan Solo, mulai membongkar rumahnya. Kawasan itu, selanjutnya akan dibangun parapet.

Sutarmi (57) warga setempat, mengaku, sudah membongkar rumahnya sejak beberapa hari lalu. Rumah yang telah dia huni 30 tahun itu, kini sudah rata. ”Kalau tidak disempatkan, tak sempat-sempat. Sementara deadline atau batas waktu antara Maret – April itu, semakin dekat,” ujar Sutarmi, saat merapikan sisa material rumah, Selasa (12/2).

Dia selama ini menempati lahan seluas 16×5 meter persegi. Dia di relokasi dengan diberi kompensasi Rp 20,5 juta. Empat tetangganya juga senasib. Mereka di relokasi ke kawasan Mojosongo. Sedangkan rumah yang baru masih dalam proses pembangunan.

”Sementara menumpang di saudara dulu. Lagi pula bekas bongkaran rumah kan untuk mendirikan di tempat relokasi. Biar uangnya cukup untuk membangun,” ujarnya warga RT 2 RW IX itu.

Aris (45), warga RT 3 RW IX juga di relokasi. Rumah yang sudah dihuni 26 tahun itu mulai dia bongkar. Selama ini dia kerap mendapat teguran dari Pemkot, agar segera membongkar rumah, dan pindah. Maklum, dia sudah mendapat kompensasi. ”Duit hibahnya sudah untuk membangun rumah di tempat relokasi. Tapi belum rampung. Mungkin Minggu depan pembongkaran kami targetkan selesai,” katanya.

Lurah Pucangsawit, Sri Soegiyanti, menjelaskan, dari data yang dimiliki, ada tujuh bangunan di bantaran yang harus dibongkar. Enam di antaranya, milik enam kepala keluarga (KK), dan satu bangunan berupa masjid yang nantinya akan dipindahkan. Jumlah bangunan itu, lebih sedikit dibandingkan 2012 yang mencapai 40 bangunan. Lahan bekas hunian itu, akan dibangun parapet oleh Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BBWSBS). ”Jadi enam rumah itu yang ketinggalan dari program relokasi pada tahun lalu,” imbuhnya kepada Joglosemar.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Bina Operasi dan Pemeliharaan BBWSBS, Danang Baskoro, mengatakan, baru akan melanjutkan proyek pembangunan parapet untuk menanggulangi banjir setelah masalah relokasi warga rampung. ”Kalau masalah sosial kan Pemkot yang mengurusi. Kami percaya itu,” katanya. Ronald Seger Prabowo