JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Kerabat “Dipenjara,” Rp 30 Juta Amblas

Kerabat “Dipenjara,” Rp 30 Juta Amblas

283
BAGIKAN

Jika ingin anaknya dibebaskan, ia diminta mengirim uang Rp 30 juta.

ilustrasi

WONOGIRI-Penipuan lewat telepon seluler (Ponsel) marak terjadi di Wonogiri. Bahkan, seorang warga terlanjur mengirimkan uang Rp 30 juta lewat rekening kepada pelaku.

Kejadian pertama terjadi Selasa (12/2) lalu. Nyonya Sarutomo (82) warga Kelurahan Wonokarto, Wonogiri ditelepon orang asing yang mengabarkan anaknya berada di penjara karena kasus Narkoba. Jika ingin anaknya dibebaskan, ia diminta mengirim uang Rp 30 juta.

Menantu Nyonya Sarutomo, Wahyuning Dharmani mengatakan, ibu mertuanya terlanjur mengirim uang Rp 30 juta ke rekening pelaku. Namun setelah mengirim uang itu, ibu mertuanya masih ditelepon lagi dan meminta tambahan uang Rp 40 juta.

“Ibu lalu meminjam ke salah satu BMT di sini. Pemilik BMT agak curiga untuk apa uang sebanyak itu. Kebetulan kenal dengan suami saya, pemilik BMT pun menghubungi suami saya dan suami saya langsung menyusul ke BMT. Dijelaskan bahwa tidak ada anaknya yang terjerat kasus Narkoba ,” jelas Wahyuning, Minggu (17/2).

“Sekarang kalau malam ibu kami minta mematikan HP. Kasus ini sudah kami laporkan ke polisi. Untuk uang yang sudah ditransfer melalui ATM kami ikhlaskan,” lanjutnya.

Kejadian kedua terjadi pada Rabu (13/2). Sihnano (76) warga Kelurahan Giripurwo, Wonogiri mendapat telepon yang sama. Dikatakan kalau cucunya terlibat kasus Narkoba dan dipenjara. Ia mengaku menerima telepon itu malam hari.

“Katanya cucu saya ditahan di Solo karena terlibat kasus Narkoba. Istri saya ikut mendengarkan, lalu meminta tetangga menelepon apakah cucu saya benar ditahan. Ternyata tidak. Wong cucu saya menonton televisi di rumahnya,” terangnya.

Sehari kemudian, nomor yang dipakai penelepon sudah tidak aktif. Dirinya tidak melaporkan ke polisi dan hanya waspada jika ada telepon dari orang tidak jelas. Selain modus ini, pernah pula ada telepon dengan modus serupa hanya saja alasannya ada pihak keluarga yang menjadi korban kecelakaan dan pencurian.

Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani mengatakan modus-modus itu telah lama ada. Dirinya pun saat masih berdinas di Jakarta pernah mendapat telepon semacam itu. “Jangan mudah percaya, kalau tidak karena kasus Narkoba, alasannya ada keluarga yang terlibat kecelakaan atau ada anggota keluarga yang menjadi korban pencurian. Kalau ada info semacam itu langsung cek ke kerabat atau saudara yang dikabarkan tertangkap atau menjadi korban tindak kriminal tadi,” jelasnya.

Ditambahkannya, bisa juga menghubungi ke kepolisian. Penelepon kebanyakan mengatakan dari Polres mana. Tanya apakah benar ada kejadian itu. “Dan kalau ujung-ujungnya minta uang, jelas penipuan. Langsung tutup saja teleponnya,” pangkasnya. Eko Sudarsono