Keracunan Saat Hajatan

Keracunan Saat Hajatan

356

Es Buah Manis Berbuah Mual dan Muntah

Moment bahagia menghadiri pesta ngunduh manten kali ini berakhir kurang bahagia. Beberapa warga harus dirawat di Rumah Sakit setelah menikmati es buah yang disajikan di Pesta tersebut.

Sartono (40) dan adiknya, Suwandi (33), korban keracunan es buah saat hajatan di Sobokerto, masih tergolek lemas di IGD RSU Pandanarang, Selasa (26/2). Ario Bhawono
Sartono (40) dan adiknya, Suwandi (33), korban keracunan es buah saat hajatan di Sobokerto, masih tergolek lemas di IGD RSU Pandanarang, Selasa (26/2). Ario Bhawono

Tubuh Sartono (40), warga Dukuh Wates, Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak masih tergolek lemas di bed IGD RSU Pandanarang Boyolali. Di samping tempat tidurnya juga tergolek tubuh sang adik, Suwandi (33). Sementara Tatik (35), istri Sartono, dengan setia menunggui suami dan iparnya di IGD.

Baik Sartono maupun Suwandi mengaku sama sekali tidak menduga akan menjadi korban keracunan. Saat itu dia dan adiknya ikut iringan rombongan pengantin ke rumah Sukimin, warga Dukuh/Desa Sobokerto yang nguduh mantu, Minggu (24/2). Semestinya saat itu menjadi hari bergembira pesta perkawinan, apalagi kedua mempelai masih merupakan tetangga dukuh.“Saya ikut rombongan nganten untuk ngunduh mantu,” tutur Sartono lirih.

Berbagai hidangan pun keluar, puncaknya sekitar pukul 12.00 WIB hidangan penutup es buah pun disajikan. Para tamu pun langsung menyantap hidangan, sebagian besar di antaranya meminum es buah termasuk Sartono dan Suwandi. Usai acara hajatan, ratusan tamu pun pulang ke rumah masing-masing. Bencana mulai terjadi Minggu malam, sekitar pukul 22.00 WIB, tamu yang hadir dalam hajatan dan meminum es buah, mulai merasakan gejala pusing, mual, bahkan sebagian muntah-muntah dan diare. “Tadinya saya kira cuma masuk angin biasa,” kata Suwandi.

Namun gejala tersebut tak kunjung reda, bahkan semakin parah saat bangun tidur, Senin (25/2) pagi. Ternyata hingga siang harinya, banyak warga yang mengeluhkan gejala yang sama. Mereka pun segera periksa ke dokter dan Puskesmas setempat.

Senin (26/2) malam, Sartono dan Suwandi dirujuk ke RSU Pandanarang karena Puskesmas rawat inap Ngemplak pasien sudah membludak. Bahkan sebagian pasien harus dirujuk ke sejumlah rumah sakit lain. Sembilan orang warga yang dirawat di rumah sakit, sementara ratusan lainnya tetap tinggal di rumah dalam kondisi lemas akibat mual muntah dan diare.

Menurut Sartono, tidak ada kejanggalan pada rasa es buah yang disajikan saat hajatan. Menurutnya es buah tersebut terasa manis sehingga dia pun menghabiskan es tersebut dengan lahap. Namun ternyata hampir seluruh korban keracunan. Sementara tamu yang tak minum selamat, seperti yang diutarakan Tatik, istri Sartono. Tatik mengaku tidak minum es buah tersebut karena dia jagong sore hari sebelum hajatan. “ Pengantinnya juga kena, tetapi minumnya hanya sedikit saja,” ujar dia.

Saat ini kondisi Sartono dan Suwandi mulai berangsur membaik. Meski masih merasa mual dan pusing, namun menurut mereka keluhan tersebut sudah berkurang banyak. Sementara untuk mengantisipasi korban keracunan lainnya, Dinas Kesehatan Boyolali mendirikan posko kesehatan di Sobokerto. *** Ario Bhawono

BAGIKAN