Kerugian Lisus Rp 0,5 M, Rumah Rusak Dapat Bantuan

Kerugian Lisus Rp 0,5 M, Rumah Rusak Dapat Bantuan

140
Joglosemar/Abdullah Azzam
KIOS AMBRUK – Warga membereskan kios yang ambruk akibat angin ribut di Pasar Darurat Pasar Kliwon, Solo, Kamis (14/2). 

BALAIKOTA- Kasie Linmas Satpol, PP Joko Widodo, mengatakan, kerugian akibat amukan angin lisus yang melanda 19 kelurahan di Solo, Rabu(13/2) lalu diprediksi mencapai Rp 500 juta.

Angka itu pun belum menyentuh data kerusakan hunian di sejumlah perkampungan. ”Hasil kerusakan yang sudah terdata. Kerugian ditaksir Rp500 juta. Kerusakan terdata di 19 kelurahan, di tiga kecamatan. Di antaranya pohon tumbang dan atap rumah jebol,”  katanya, Jumat(15/2).

Kata Joko, warga Solo harus tetap waspada, karena kondisi cuaca tidak tentu. Menurutnya, jika ada angin kencang disertai hujan, masih berpotensi merusak infrastruktur. Bahkan, pada Kamis (14/2),  status air Bengawan Solo sudah menginjak siaga II.”Kondisi sungai sudah kembali normal dan masih berpotensi naik lagi jika turun hujan,” ujarnya.

Baca Juga :  Puan Ingatkan Pentingnya Revolusi Mental

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyatakan, Pemkot sudah menginventarisasi data kerusakan akibat bencana angin lisus itu. Untuk warga yang rumahnya rusak, kemungkinan akan diberikan bantuan.

”Dari data Pemkot, rumah yang rusak akibat terjangan angin lisus sebanyak 177 unit. Itu yang nantinya akan mendapatkan bantuan,” kata walikota. Perbaikan rumah, akan diambilkan dari dana tidak terduga.

Akan tetapi bantuan ini hanya diprioritaskan bagi rumah yang mengalami rusak berat. Anggaran tidak terduga ini, katanya, langsung diberikan ke masyarakat. ”Ketika sudah dinyatakan bencana alam, anggaran bisa dicairkan dan bisa dipertanggung jawabkan,” katanya.

Mekanisme pencairannya, Pemkot berkoordinasi dengan Sekda, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Pendapatan, Pengelolaan Kekayaan dan Aset (DPPKA), dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Baca Juga :  Gapensi Bantu Rp 200 Juta untuk Rumah Tak Layak Huni di Solo

”DPPKA sebagai dinas yang menyimpan anggaran dan dinas lainnya melakukan pendataan. Setelah itu, mereka menyatukan data di lapangan untuk diserahkan ke DPPKA, baru dana bisa dicairkan,” imbuh dia.

Ditanya soal kerusakan kios darurat yang rusak, Rudy berujar, juga akan dibantu dari dana tidak terduga. Penangannya, diserahkan kepada Dinas Pengelolaan Pasar (DPP). ”Soal berapa lama pasar bisa diperbaiki, belum bisa ditentukan. Yang jelas bisa diperbaiki sementara. Karena dalam menggunakan dana APBD prosesnya sangat lama dan perlu tahapan,” paparnya.

Rudy menambahkan, pencairan dana lebih cepat lebih baik. Selain itu, setiap bantuan tidak akan sama, tergantung tingkat kerusakannya.

Muhammad Ismail

 

BAGIKAN