JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Ketika 40 Pemungut Sampah Umrah Gratis

Ketika 40 Pemungut Sampah Umrah Gratis

217
BAGIKAN
BERI PENGARAHAN - Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (kiri) memberikan pengarahan kepada para penarik sampah saat acara ramah tamah di Loji Gandrung, Solo, Selasa (19/2) malam. Acara yang di hadiri sekitar 640 penarik sampah tersebut bertujuan agar walikota bisa mendengarkan keluhan mereka supaya bisa memberi solusi agar kinerja para penarik sampah meningkat. Joglosemar/Abdullah Azzam
BERI PENGARAHAN – Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (kiri) memberikan pengarahan kepada para penarik sampah saat acara ramah tamah di Loji Gandrung, Solo, Selasa (19/2) malam. Acara yang di hadiri sekitar 640 penarik sampah tersebut bertujuan agar walikota bisa mendengarkan keluhan mereka supaya bisa memberi solusi agar kinerja para penarik sampah meningkat. Joglosemar/Abdullah Azzam

Berbahagialah para penyapu jalan dan pemungut sampah di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Solo. Pasalnya, seorang warga Solo berencana memberangkatkan 40 tenaga kebersihan untuk umrah ke Tanah Suci gratis.

Umrah itu, rencananya dilangsungkan tahun ini. Ke-40 tenaga kebersihan dari DKP akan diseleksi. Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, mengatakan, pemberangkatan umrah itu, difasilitasi warga Gilingan, Muhammad Suwono dan teman-temannya. ”Pemberangkatan umrah bagi 40 tenaga penarik sampah itu gratis. Kami menyambut baik,” ujar Walikota Rudyatmo, Rabu (20/2).

Bahkan, pemberangkatan umrah ke-40 orang itu, rencananya dilepas langsung Menteri Agama Surya Darma Ali, pada Juni nanti. Dia berpesan pada puluhan orang yang umrah untuk mendoakan negeri ini agar aman dan sejahtera. ”Gemah ripah loh jinawi. Doanya orang yang masih dalam kekurangan itu mujarab, dan dikabulkan Tuhan,” katanya.

Para petugas yang diseleksi itu, harus memenuhi sejumlah syarat. Seperti, rajin beribadah menjalankan rukun Islam, rajin menjalankan tugasnya sebagai penarik sampah, disiplin membuang sampah di TPS dan jujur.

Menurutnya, mengumrahkan para pemungut sampah itu, akan diagendakan saban tahun. Tapi, tidak semua bisa diberangkatkan sekaligus, mengingat jumlah tenaga kebersihan di Solo saat ini mencapai 645 orang.

Kata walikota, gagasan itu muncul dari warga bernama Suwono. Dia pernah merasakan kesulitan yang sama seperti para petugas kebersihan, tapi akhirnya sukses seperti sekarang. Dari pengalaman itulah, dia dan teman-temannya, merencanakan untuk memberangkatkan umrah para petugas kebersihan. ”Anggaran murni dari teman-teman di luar SKPD dan PNS. Per orang yang naik umrah ini menelan biaya Rp 20 juta,” imbuh dia.

Rudy menambahkan, di APBD-P 2013 Pemkot akan mengajukan dana asuransi bagi petugas pemungut sampah di Solo. Pemkot juga mengagas koperasi bagi kelompok petugas pemungut sampah.

”Pemkot tidak mengiginkan anak dari petugas pemungut sampah  mengikuti jejak orang tuanya. Sehingga perlu ada terobosan dengan pengelolaan koperasi yang bisa buat modal usaha,”  katanya lagi.

Sementara itu, pihak penggagas umrah gratis untuk 40 tenaga kebersihan, Muhammad Suwono, berujar, syarat petugas bisa diumrahkan gratis adalah taat ibadah, seorang penarik sampah dan jujur. Program itu, katanya, mengambil tema “Kaum Marjinal untuk Mendoakan Bangsa Indonesia”. ”Kegiatan ini baru pertama kali di Solo dan akan terus digalakkan menjadi gerakan nasional,” imbuh dia. Muhammad Ismail