JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Kisah Sial Pencuri Yang Takut Anjing, Pilih Bersembunyi di Bawah Kursi

Kisah Sial Pencuri Yang Takut Anjing, Pilih Bersembunyi di Bawah Kursi

691
BAGIKAN

Anjing menggonggong, kafilah berlalu. Namun bagi dua pencuri ini, anjing menggonggong, berarti pertanda buruk. Sebab, kini mereka harus mendekam di balik jeruji besi.

DITAHAN-Dua tersangka pencurian tengah ditahan di Mapolres Wonogiri, Senin (11/2). Joglosemar | Eko Sudarsono

Berani mencuri, bukan berarti berani pula menghadapi anjing. Itu pula yang dialami dua pencuri yang tengah beraksi di rumah  Risgiyanto (42) warga Dusun Karang Talun, Pokoh Kidul, Wonogiri. Gara-gara takut gonggongan anjing, mereka harus bersembunyi di bawah kursi hingga pagi hari. Alhasil, mereka pun diamankan Polisi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kedua pencuri apes tersebut ialah Agus Nur Ikhsan alias Ag (20) warga Dusun Manggis, Ngadirojo Kidul, Ngadirojo; dan Era Pamungkas  alias Ep (20) warga Dusun Gobeh, Gedong. Informasi yang berhasil dihimpun Joglosemar menyebutkan, saat itu keduanya telah berhasil mencuri uang Rp 3,37 juta dari dompet yang disimpan di lemari yang tak dikunci.

Namun saat akan berusaha keluar rumah sekitar pukul 02.00 WIB, keduanya tepergok anak pemilik rumah, yakni Ade Sintya Putri (20). Mereka pun berusaha lari melakui jendela yang baru saja dirusak. Namun malang, saat itu ada anjing menggonggong di dekat jendela yang membuat kedua pencuri itu ketakutan.

“Ada anjing menggonggong itu mereka takut dan ikat pinggang Ag justru tersangkut. Seketika itu juga keduanya menjadi bingung,” jelas Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani melalui Kasubag Humas AKP Supriyadi saat gelar perkara di Mapolres Wonogiri, Senin (11/2).

Ade yang saat itu juga membawa HP, sempat ditanya salah satu pelaku letak jalan keluar yang aman, karena di dekat jendela ada anjing yang menggonggong. Saat itu juga, pelaku semat meminta HP milik Ade. Namun tidak lama kemudian, HP justru dikembalikan ke Ade. “Alasannya, HP milik Ade jelek. Setelah ditanya di mana jalan keluar yang aman, Ade takut dan berlari ke kamar ayahnya,” jelas dia.

Risgiyanto pun lantas keluar kamar dan mencari kedua pelaku, namun tidak berhasil menemukannya. Saat dicari di luar rumah pun, Risgiyanto sudah tidak menemukan kedua pencuri itu. Akhirnya, Risgiyanto melapor ke Mapolsekta Wonogiri dan sekitar pukul 05.00 WIB Polisi datang ke rumahnya.

Petugas yang datang ke rumah pun, sempat berbincang dengan pemilik rumah. Padahal saat itu juga kedua pelaku bersembunyi di bawah kursi tamu. “Akhirnya kedua pencuri itu diketahui tempat persembunyiannya, dan digelandang ke Mapolsekta. Sepeda motor Yamaha Mio AD 5916 SR yang dipakai pelaku juga turut diamankan,” lanjut Supriyadi.

Setelah dilakukan penyidikan, ternyata motor itu dibeli dengan  menggunakan uang hasil curian. Menurut pengakuan Agus kepada penyidik, uang sekitar Rp 20 juta dicuri dari rumah Narto Budi Sasongko (42), warga Dusun Semin Kulon, Purworejo, Wonogiri. “Yang Rp 9 juta untuk membeli motor tadi. Yang mencuri saat itu Ag. Dari pengakuan Ag, pencurian dilakukan dengan salah satu temannya, tapi setelah diperiksa temannya itu tidak terlibat,” katanya.

Kepala Desa Pokoh Kidul, Wuryatno mengatakan maling-maling itu bingung lantaran si empunya rumah memiliki jimat berupa keris. “Percaya tidak percaya, hal seperti itu ada dan bisa saja terjadi. Maka maling-maling itu bingung tidak tahu jalan keluar. Tapi justru malah tidur. Itu info yang saya dapat dari warga,” jelasnya. (*) Eko Sudarsono