Kisah Hanyutnya Paman dan Keponakan Di Wonogiri

Kisah Hanyutnya Paman dan Keponakan Di Wonogiri

434

Sempat Berfoto di Lokasi, Minta Uang Saku untuk Berdua

Sekitar dua pekan lagi,  pemuda ini menikahi gadis pujaannya. Namun nasib berkata lain karena Rabu (13/2) lalu, Larto (30) hanyut saat menyeberang sungai, bersama keponakannya, Tiara Huswatun Khazanah (16).

PENCARIAN-Warga dibantu tim SAR masih mencari keberadaan Larto (30) dan keponakannya, Tiara (16) yang kalap di Cek Dam Brangkal, Nguntoronadi, Wonogiri, sehari sebelumnya, Kamis (14/2). Joglosemar | Eko Sudarsono

Rumah orangtua Larto (30) warga Dusun Dungwot RT 2 RW V, Desa Ngadipiro, Nguntoronadi sepi. Sejumlah warga berkemeja batik lebih memilih duduk di luar rumah sambil memandang ke arah aliran DAS Bengawan Solo yang melintas di depan rumah itu. Mereka datang sebagai ungkapan rasa berduka, karena Larto yang hanyut di Cek Dam Brangkal bersama keponakannya, Tiara Huswatun Khazanah (16) Rabu (13/2), belum juga diketahui nasibnya.

Rumah orangtua Larto ini pun baru saja dibongkar dan diganti dengan yang baru. Maklum, sekitar dua pekan lagi Larto akan menikahi gadis pujaannya, Sri Suparni (19).

Sementara Kasni, ibunda Larto tak ada di rumah. Kasni lebih memilih melewatkan waktunya di warung. Meski berusaha tegar, tatapan sedih seorang ibu yang kehilangan anaknya masih terlihat jelas.

Berbagai gelagat yang dianggap tak biasanya, dirasakan oleh keponakan Larto, Kholid Romadhon (16). Ia merasakan firasat itu pada pagi hingga siang hari sebelum Larto kalap pada Rabu (13/2) sore.  Salah satu yang menurutnya tak biasa karena Larto yang disapanya dengan sebutan “lek” itu, memfoto dirinya sendiri dengan latar belakang sungai.

Baca Juga :  Truk Vs Motor Roda 3, Satu Orang Luka

“Ini fotonya masih di HP. HP ini dilemparkan ke saya saat hendak menolong Tiara. Saya sendiri saat kejadian sedang memancing di sebelah barat pelataran cek dam. Ini foto Lek (paman) saya dengan latar belakang sungai. Diambil dari tengah pelataran cek dam. Satunya diambil di dekat talut cek dam. Diambil hari itu juga,” jelas Kholid.

Joglosemar pun melihat isi foto lainnya. Tidak ada lainnya kecuali foto sungai dan pelataran cek dam yang diambil dengan mode landscape sehingga pelataran cek dam sepanjang 50 meter terlihat semua di layar HP. Menurut Kholid, tak biasanya korban mengambil gambar itu karena hampir setiap hari ia mencari ikan di sungai itu juga.

“Ada lagi cerita, salah satu teman akan beli kopi tapi tidak punya uang. Paman lalu meminjamkan uangnya, begitu dikatakan nanti uangnya akan dikembalikan, dijawab tidak usah karena dia sudah tidak lagi butuh uang,” katanya.

Lalu sebelum Larto pergi menjemput Tiara untuk memfotokopi, imbuhnya, Larto meminta uang Rp 50.000 kepada salah satu pamannya sebagai uang saku. Dia bilang, “Seket ewu pora sampun cukup ngge sangu kesah wong loro (Lima puluh ribu apa tidak cukup untuk uang saku berdua). Sebuah pernyataan yang jika dilihat setelah kejadian bisa menjadi satu pertanda.

Baca Juga :  Pemkab Wonogiri Siapkan Dana Rp 165 M untuk Atasi Permasalahan Klasik Ini

“Paman memang dekat dengan Tiara. Tiara sering mengajak agar diantar naik motor,” lanjutnya.

Sedangkan di rumah Tiara (15) di Dusun Sasap RT 2 RW VI, Gedong, Ngadirojo beberapa warga tampak menemani ibunda korban, Karmi (28). Karmi terlihat bersandar pada tiang rumah dengan pandangan tidak jelas. Triyono (34) suaminya, yang juga kakak Larto, bersandar di tiang lain dengan posisi sama.

Triyono sejak pagi hingga sekitar pukul 11.00 WIB terlihat menyisir sungai membawa ban karet yang biasa dipakainya saat mencari ikan. Dengan pandangan kosong, tanpa henti bapak tiga anak ini menyelam. Takut terjadi apa-apa, beberapa anggota SAR ikut mendampingi.

Entah lelah atau apa, Triyono pun menyeberang melalui pelataran cek dam dan kembali pulang tanpa ada satu pun yang berani bertanya.

“Tia anaknya manis, baik dan mudah bergaul,” kata Tini, salah satu teman sekolah Tiara.

Sementara itu Sri Suparni (18), calon istri Larto yang juga warga Sasap, terlihat tegar. Namun begitu, ia belum mau diajak berkomunikasi. “Sudah tidak seperti kemarin. Mudah-mudahan segera ketemu,” kata Yarto, salah satu tetangga.

Hingga pukul 17.00 WIB, pencarian oleh tim SAR dan warga serta pihak TNI dan Polisi masih dilakukan.  Eko Sudarsono

BAGIKAN