JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Kisah Raskin dan Ancaman Pisau…

Kisah Raskin dan Ancaman Pisau…

246
BAGIKAN
BAGIKAN RASKIN – Petugas kelurahan memindahkan beras miskin (Raskin) yang akan dibagikan kepada warga di Aula Kelurahan Kadipiro, Solo, Jumat (8/2). Joglosemar/Abdullah Azzam

Tak mau ambil risiko, Kelurahan Kadipiro, memilih membagikan Raskin lebih awal. Usai Raskin tiba dari Bulog Rabu (6/2), Raskin langsung dibagikan Kamis (7/2) ke rumah tangga sasaran (RTS). Langkah itu berbeda dengan kelurahan lain yang memilih menunda pembagian Raskin untuk sosialisasi dulu soal jatah Raskin yang kurang.

”Waktu kami sangat mepet dan tidak sempat untuk menyosialisasikan pengurangan kuota Raskin ini,” kata Rini Susilowati Satgas Raskin Kadipiro, Jumat(8/2). Rini harus bekerja habis-habisan untuk menyesuaikan nama penerima Raskin. Maklum, di Kadipiro  ada pengurangan jatah Raskin hingga 20 persen.

”Daftar nama itu harus disesuaikan dengan data penerima beras, sehingga saya harus memilah satu-satu dan memotong menggunakan silet. Saya pun lembur sampai malam, untuk merampungkan tugas itu,” kisahnya.

Setelah pengambilan beras dimulai, beruntun komplain bermunculan lewat Ponselnya. Bahkan sampai pukul 24.00 WIB komplain terus datang, gara-gara banyak RTS yang tidak masuk data sebagai penerima Raskin.

“Seperti yang terjadi di RT 2 RW XIX, pengurangannya banyak sekali. Padahal warga yang tinggal di wilayah tersebut sebagian besar merupakan warga menengah ke bawah,” katanya. Bahkan, ada beberapa RT yang tidak mendapatkan Raskin sama sekali.  Dia pun sudah siap dengan risiko berupa bentakan dan amarah warga yang tidak dapat raskin.

”Meja saya pernah digedor, bahkan ada yang sempat membawakan pisau dan mengancam saya. Tetapi saya hadapi dengan sabar,” katanya. Menurutnya, semua ini sebagai Risiko yang harus diterimanya. Rini menuding, kekacauan ini tidak luput dari pendataan yang dilakukan BPS.  Ari Purnomo