JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Kisruh Kartu Jamkesmas, Pemdes Dataan Ulang

Kisruh Kartu Jamkesmas, Pemdes Dataan Ulang

401
Jamkesmas

KLATEN – Kisruhnya pelaksanaan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) periode 2013, membuat Pemerintah Desa (Pemdes) Pereng, Kecamatan Prambanan melakukan pendataan ulang bagi warga penerima kartu Jamkesmas 2013.

Kepala Desa Pereng Handaka Respati mengatakan puluhan warga Desa Pereng Kecamatan Prambanan Klaten mendatangi kantor desa setempat beberapa waktu lalu. Mereka protes karena tidak masuk dalam daftar penerima Jamkesmas di tahun 2013. Padahal tahun sebelumnya mereka menerima dan termasuk dalam kate

Sebelumnya, Pemdes Pereng telah mendapatkan surat dari Bupati Klaten agar melakukan pendataan kembali terkait penerima Jamkesmas tersebut. Ia menjelaskan dalam surat tersebut pihaknya diminta memasukkan kembali 252 nama penerima Jamkesmas 2008 lalu agar bisa mendapatkan kembali haknya di tahun 2013 ini. “Kami diberi waktu dua hari oleh kabupaten untuk melakukan pendataan ulang ini. Dalam proses ini, kami mendaftarkan 503 nama agar bisa mendapatkan Jamkesmas 2013. Mengapa jumlahnya bisa mencapai 503, padahal yang tercoret namanya hanya 252. Itu lantaran di tempat kami sudah banyak keluarga muda dan ternyata dari segi kemampuan ekonomi bisa dikatakan miskin,” katanya.

Namun pihaknya tidak mengetahui kapan permasalahan tersebut akan terselesaikan. Sebab selama ini komunikasi yang berjalan cenderung satu arah. Setelah pihaknya mengajukan nama sebagai calon penerima Jamkesmas 2013, tetapi ia mengaku tidak mengetahui kejelasan tahapannya. “Tapi saya yakin pemerintah pasti memperhatikan permasalahan ini. Sebab selang sehari dari aksi tersebut, langsung ada respons dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Handaka mengatakan masalah ini terjadi karena tidak ada komunikasi dengan pihak desa tentang daftar penerima Jamkesmas ini sebelum kartu dibagikan. Menurutnya seharusnya nama-nama dicek dulu ke desa baik nama yang dicoret atau ada nama baru, sehingga komplain dari masyarakat bisa ditekan. “Ini kan tiba-tiba kartu dibagikan dan ternyata banyak nama yang memang berhak menerima Jamkesmas justru tercoret. Penghilangan nama-nama itu juga tanpa sepengetahuan desa. Padahal semestinya bisa tanya dulu, nama yang dicoret atau nama baru tersebut memang layak untuk mendapatkan Jamkesmas atau tidak,” urai Handaka. Angga Purnama

BAGIKAN
  • toxicung

    gak cuma di situ aja, di tempat laen di klaten juga sama aja sampai ke rakyat miskin yang membutuhkan….