JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Akademia KKL Penting Nggak Sih?

KKL Penting Nggak Sih?

3737
MELIHAT- Kuliah Kerja Lapangan merupakan salah satu jendela bagi mahasiswa untuk melihat dunia kerja secara langsung yang akan dihadapinya setelah lulus kuliah. (ilustrasi)

Agar bekal ilmu yang didapat saat KKL tidak terbuang sia-sia, maka biasanya mahasiswa diminta untuk membuat laporan tentang kunjungan mereka di industri.

 

Hal ini yang menarik untuk diperbincangakan, khususnya para mahasiswa tingkat akhir, mungkin adalah Kuliah Kerja Lapangan (KKL). KKL adalah kegiatan yang dilaksanakan di luar kampus yang bertujuan untuk memperkenalkan dunia kerja yang sebenarnya di lapangan kepada mahasiswa sesuai bidang yang digelutinya. Kegiatan ini biasa diisi dengan melakukan kunjungan industri atau yang lain. Bahkan, sebagian besar fakultas sudah memasukkan KKL sebagai mata kuliah wajib dan masuk dalam Satuan Kredit Semester (SKS). Pertanyaannya, apa kegiatan ini cukup bermanfaat?

Menurut Ika Purwidyaningrum,SFarm,MSc,Apt, Tim KKL D3 Farmasi Universitas Setia Budi (USB) Solo ini menyatakan KKL adalah mata kuliah wajib yang masuk dalam SKS di D3 Famasi. “KKL merupakan implementasi apa yang telah di dapat di bangku kuliah yang mempelajari apa saja yang ada di Industri,”  ujar wanita yang juga menjadi Dosen Fakultas Farmasi USB ini.

Selain itu diungkapkan oleh Ika, KKL secara langsung dapat memperlihatkan kepada mahasiswa tentang cara kerja khususnya di industri, misalnya pembuatan produk minuman dengan cara fermentasi. “Mahasiswa juga dapat bertanya langsung semisal posisi mana yang dapat ditempati oleh lulusan D3 Farmasi. Di sini lulusan nantinya dapat menempati sebagai QC (Quality Control), yakni mengecek kualitas barang mulai dari bahan masuk, lalu produksi, hingga produk siap dipasarkan,” paparnya, saat ditemui Tim Akademia baru-baru ini.

Melihat manfaatnya, KKL memang penting, namun singkatnya waktu saat berkunjung dapat mempengaruhi mahasiswa dapat melupakan ilmu yang telah di dapat. Apalagi jika kelak mereka ada yang bekerja di luar industri. Namun hal ini, lanjut Ika, adalah hal yang relatif, tidak semua lupa. Salah satu cara agar bekal ilmu yang didapat saat KKL tidak terbuang sia-sia, maka biasanya mahasiswa diminta untuk membuat laporan tentang kunjungan mereka di industri. Laporan tersebut dapat dipelajari sewaktu-waktu dengan membacanya.

Pelaksanaan KKL juga biasa diselingi dengan kegiatan rekreasi di tempat wisata. “Refreshing itu perlu diadakan agar mahasiswa juga tidak jenuh dengan kegiatan kunjungan ke industri, namun tetap menjaga porsi refreshing-nya, jangan sampai lebih banyak dari kegiatan utama yaitu KKL. Biasanya dua  hari kunjungan industri, dan satu hari berikutnya untuk refreshing,” jelasnya lagi.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ratno Agung S,SSi,MSc  selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan USB. “Mikrobiologi salah satu mata kuliah di D3 Analis Kesehatan, dapat diimplementasikan saat KKL di Industri karena cara kerja pembuatan minuman dengan fermentasi adalah aplikasi dari ilmu mikrobiologi,” tambahnya.

Aplikasi Langsung

Dia mengungkapkan pula KKL bukan sekadar kunjungan, mahasiswa harus mempertanggung jawabkannya dengan membuat laporan yang juga didampingi oleh dosen. Menanggapi tentang pendapat bahwa KKL hanya sekadar untuk ajang rekreasi, Ratno Agung menjelaskan bahwa itu hanya agar mahasiswa tidak jenuh karena mahasiswa semester akhir yang menjalani KKL sudah jenuh dengan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Ujian Akhir Program (UAP) serta kegiatan akhir semester lain.

“Jika hanya kunjungan ke industri, yang dekat saja sebenarnya juga banyak, misal ke Yogyakarta. Namun kadang mahasiswa sendiri yang minta agar kunjungan lebih jauh, agar dapat refreshing juga,” tambahnya.

Hal tersebut juga diamini oleh Mahasiswa semester 8 S1 Farmasi USB, Catherine Rosalia M. Menurutnya, hal ini penting karena merupakan praktik langsung atau aplikasi langsung dari semua materi yang telah diterima di bangku kuliah. Dia juga mengatakan pelaksanaannya disesuaikan dengan bidang dan juga keterampilan masing-masing mahasiswa. “Untuk bidang farmasi ditempatkan pada sarana-sarana pelayanan kefarmasian baik di instalasi farmasi maupun pabrik farmasi,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai rekreasi yang disematkan dalam KKL,  Catherine tidak mempermasalahkan hal tersebut. “Kalau KKL tidak sekadar hanya mendengarkan dosen, selain dapat ilmu juga dapat pengalaman baru kan?, dan juga dapat refreshing dan berkumpul bersama teman-teman,” jawab dia.

Begitu pula yang diungkapkan oleh Rantika Purbowanti, mahasiswa semester 6 D3 Farmasi USB. Dia menilai Program KKL ini sangat penting karena juga termasuk SKS dan syarat kelulusan. Dia mengungkapkan dalam KKL telah mendapat pengalaman khusunya di industri farmasi. “Untuk pelaksanaannya perlu dikemas secara menarik, variatif, dan kreatif”, sarannya. Untuk masalah rekresi pun ia menambahkam bahwa itu sangat perlu ditengah kesibukkan mahasiswa tingkat akhir yang begitu jenuh dengan segala macam kegiatan.

Seberapa penting KKL itu tergantung kita menyikapinya. Pengalaman tentunya tidak hanya kita dapat di bangku kuliah, di luar kampus itulah dunia yang sebenarnya, yang harus dihadapi setiap lulusan mahasiswa untuk meraih masa depan yang cerah.  Tim USB 

BAGIKAN