JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Klaim Tak Kunjung Beres : DPRD Ancam Pidanakan PT Jasindo

Klaim Tak Kunjung Beres : DPRD Ancam Pidanakan PT Jasindo

419

SRAGEN—Kalangan DPRD Sragen bertekad akan melaporkan PT Jasindo selaku pemenang tender penyedia jasa asuransi kesehatan bagi 45 anggota DPRD Sragen. Ancaman itu kembali dilontarkan menyusul pengakuan sejumlah anggota DPRD yang hingga kini klaim asuransi pengobatan mereka tak kunjung cair.

“Masa sampai ganti tahun dan bulan Januari mau habis, klaim yang kami ajukan dari tahun lalu belum juga keluar. Sampai hari ini juga tidak ada keterangan atau jawaban dari Jasindo. Makanya kalau memang tidak ada kepastian, kami akan melapor pidana karena sudah pelanggaran kontrak,” ujar Ketua Komisi I DPRD, Inggus Subaryoto, Kamis (31/1).

Menurutnya, jumlah klaim asuransi yang belum bisa cair masih banyak. Hanya saja, ia tidak hafal berapa jumlah anggota dan nominal klaim yang diajukan oleh rekan-rekannya. Ia menyebut, untuk klaim miliknya juga sudah berbulan-bulan tidak ada kepastian. Padahal semua berkas persyaratan dan kekurangan sudah ia lengkapi. “Kalau ditolak ya diberi jawaban alasannya apa. Kalau seperti ini kan indikasinya mengabaikan dan mengaburkan tanggung jawabnya selaku pemenang tender. Bukan soal besar kecilnya klaim, tapi itu adalah hak kami,” terangnya.

Wakil Ketua DPRD, Bambang WP, mengaku sejak diberondong protes beberapa waktu lalu, sudah ada klaim yang cair yakni klaim pembelian kacamata untuk seluruh anggota. Namun untuk klaim biaya pengobatan ia kurang begitu tahu berapa yang belum bisa cair.

Terpisah, Marketing Manajer PT Jasindo Cabang Solo, Rudy Bagus Tjahyono, membenarkan ada beberapa klaim yang tidak cair karena memang tidak memenuhi syarat. Termasuk klaim milik Inggus yang dinilai tidak memenuhi syarat dan tak masuk dalam kriteria penyakit yang bisa diklaimkan pengobatannya. Namun ia membantah jika dianggap mengabaikan atau tidak memberi penjelasan. “Sudah kami beri surat, kalau yang ditolak juga sudah kami sampaikan via surat berikut alasannya. Tapi kalau masih ada yang keberatan, juga dipersilakan menghubungi nomor yang dicantumkan di surat,” tegasnya. Wardoyo

BAGIKAN