JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Kodim Boyolali Kumpulkan Ormas

Kodim Boyolali Kumpulkan Ormas

532
BAGIKAN
POSKO KODIM-Posko bencana alam dan Pilkades Kodim Boyolali yang didirikan di Jalan Merbabu, Selasa (5/2). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI- Mengantisipasi ancaman disintegrasi bangsa di tengah banyak agenda politik tahun 2013 ini, Kodim Boyolali mengumpulkan Puluhan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang ada di Boyolali, Selasa (5/2). Langkah ini untuk membuka simpul komunikasi dengan Ormas, khususnya organisasi kepemudaan di Boyolali, untuk berpartisipasi menjaga kondusifitas wilayah.

Dandim Boyolali Letkol Arm Dedy Zulkifli, di sela-sela pertemuan tersebut mengungkapkan, sejauh ini belum ada kejadian ekstrim di Boyolali. Boyolali merupakan wilayah yang relatif aman dan tidak ada peristiwa menonjol, namun antisipasi dini perlu dilakukan guna mencegah desintegrasi bangsa. Selain itu keberadaan Ormas-Ormas, sekalipun merupakan cabang dari pusat, tidak ada yang bermasalah. “Komunikasi jangan sampai buntu, karena itu kami berupaya menjalin komunikasi supaya saling kenal dan jangan sampai ada gesekan,” ungkap Dandim.

Antisipasi ini lanjut dia, terutama menjelang agenda-agenda politis yang segera datang. Setidaknya pada Maret mendatang digelar rangkaian Pilkades serentak, kemudian disusul dengan agenda Pilgub, Pileg, dan Pilpres.

Dandim tidak memungkiri setiap golongan memiliki kepentingan sendiri. Namun dengan komunikasi yang terbuka maka semua persoalan dapat diselesaikan tanpa gesekan. Meski demikian pihaknya meyakini kondusifitas Boyolali akan tetap terjaga. Terkait Pilkades, Dandim menyatakan pihaknya sudah menyiapkan sekitar 300-an personel untuk membantu pengamanan. Jumlah ini lanjut dia, masih di-back up personel dari Korem Surakarta.

Terlepas dari agenda politis, Dandim mengatakan, wilayah geografis Boyolali yang paling diwaspadai yaitu kerawanan akan bencana alam, di antaranya yakni bencana erupsi, tanah longsor, banjir, maupun tanah gerak yang tersebar di berbagai wilayah di Boyolali. Terkait ini, pihaknya kemudian mendirikan posko bencana alam dan Pilkades di Jalan Merbabu sejak awal Februari kemarin. “Sengaja kami dirikan tidak di Makodim supaya masyarakat tidak ragu-ragu untuk datang,” imbuh dia. Ario Bhawono